Diwarnai Aksi Walkout, DPRD Kota Ambon Sahkan Perda LPJ APBD 2020

oleh -95 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon dalam rangka pembahasan Laporan Pertanggungjawab APBD Kota Ambon 2020, berlangsung alot dan diwarnai saling interupsi antar anggota. Bahkan dua Fraksi memilih untuk meninggalkan ruang rapat, Kamis (5/8/2021).

Rapat yang digelar pada masa Persidangan III Tahun sidang II, Tahun 2020-2021, dengan agenda penyampaian Kata Akhir Fraksi-fraksi DPRD Kota Ambon, terhadap Persetujuan Rancangan Peraturan Daerah Kota Ambon tentang Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Ambon TA 2020 untuk ditetapkan menjadi Perda Kota Ambon berjalan panas dan alot.

Rapat dipimpin, Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisuta, didampingi Wakil Ketua, Gerald Mailoa dan Rustam Latupono. Beberapa anggota dewan yang menyatakan sikap menolak LPJ APBD 2020 itu, menginginkan, pimpinan rapat membijaki sikap penolakan tersebut.

Baca Juga  Pangdam XVI/Pattimura: NKRI HARGA MATI, Bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika

Sejumlah Anggota DPRD Kota Ambon dari Fraksi Perindo, PKB, ditambah anggota Fraksi Nasdem, melakukan interupsi saat pimpinan rapat hendak menetapkan Rancangan Perda LPJ APBD Kota Ambon 2020.

Mereka menginginkan dilakukan dialog internal. Atau sesuai mekanisme, dilakukan voting secara terbuka. Namun hal itu ditidak diindahkan oleh pimpinan rapat.

“Ini bukan soal fraksi setuju atau tidak, tapi soal lembaga. Soal tugas kita selaku anggota DPRD dalam melakukan pengawasan. Dengan itu, saya minta mestinya dipertimbangkan lagi sebelum ditetapkan,” ujar Ari Sahertian dari Fraksi PKB.

Hal yang sama juga disampaikan Gunawan Mochtar (PKB) dan Hary Putra Far Far (Perindo), yang mendudukan aturan dan mekanisme paripurna DPRD.

Baca Juga  Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Sula Minta Polisi Percepat Usut Pelaku Pencurian Laptop dan Infokus di Dinas Pendidikan

Menurut mereka, bahwa ketika ada fraksi yang mengambil sikap menolak, meski dibijaki sebelum adanya penetapan. Meski akhirnya, interupsi itu tidak dibijaki pimpinan rapat yang tetap menetapkan Perda tentang persetujuaa LPJ APBD 2020.

Karena tak ada solusi, sembilan anggota DPRD dari dua fraksi (Perindo dan PKB), mengambil sikap walk out dari Ruang Paripurna dan menolak Rancangan Perda tersebut .

Penetapan itu dilakukan, karena pimpinan rapat beranggapan, bahwa dari sembilan fraksi DPRD Kota Ambon, hanya dua fraksi yang menolak. Sehingga dengan tujuh fraksi, dianggap masih memenuhi korum untuk menetapkan Perda LPJ APBD 2020.

“Ada 9 fraksi, kalau 2 saja yang tolak, berati ada 7 fraksi yang menerima. Dengan itu masih memenuhi korum untuk menetapkan Perda LPJ APBD 2020 ini,” ujar Toisutta. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.