DKP Ambon Razia di Pasar Arumbai

oleh -88 views
Link Banner

Porostimur| Ambon: Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ambon dan Balai Karantina Ikan Ambon melakukan razia pengawasan dugaan penggunaan bahan kimia berbahaya jenis formalin pada ikan di Pasar Arumbai, Mardika Ambon.

Saat berada di Pasar Ikan Mardika, Kepala Dinas Kota Ambon, Jozef .W. Latubessy, S.Pi meminta sejumlah staf yang mendampinginya untuk mengambil contoh ikan segar dari lapak pedagang agar bisa diperiksa apakah mengandung formalin atau tidak.

Staf dari DKP kota Ambon dan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Kota Ambon, kemudian mengambil beberapa sampel ikan dari beberapa pedagang secara acak yang nantinya akan di uji oleh tim laboratorium Balai Karantina Ambon Dan Badan POM

Baca Juga  Juventus Sepakat Pulangkan Allegri untuk Gantikan Pirlo

Ridwan S.Pi., M.Si kepada wartawan mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi penggunaan zat berbahaya pada ikan yang dijual para pedagang di Kota Ambon merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap 3 bulan sesuai dengan implus 01 2017 yang ada kaitannya dengan kesehatan masyarakat.

Ia menambahkan, kalaupun ada laporan terkait penggunaan zat berbahaya timnya akan melakukan uji zat berbahaya dan uji bakteri selain itu juga kegiatan ini yang dimana ada juga tim dari Baristan dan badan POM serta DKP Kota Ambon juga melakukan uji terhadap cemaran perairan oleh logam berat seperti Pb,Cd, dan logam berat lainya.

Hal ini semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat dimana dipastikan bahwa ikan-ikan yang ada di kota Ambon ini aman di konsumsi (sehat, bermutu dan aman dikonsumsi)

Baca Juga  Bikin Sakit Hati! Kenali Ciri-ciri Toxic Friend yang Sebaiknya Dijauhi

Hal itu juga ditanggapi Kadis DKP Kota Ambon Jozef. W. Latubessy, S.Pi, sebagai tidak lanjut dari program” dari balai karantina ikan ambon, sangat menyayangkan jika benar adanya pelaku penjualan yang dengan sengaja menggunakan zat berhabaya yang merugikan konsumen”.

“Perlu adanya laporan hasil uji laboratorium dari teman” balai karantina yang kemudian di publikasikan kepada masyarakat bahwa yang di temukan seperti ini. Hal ini dilakukan semata-mata untuk masyarakat sebagai konsumen,” tandasnya. (nadira)