Doa Nabi SAW dan Tiga Rahasia agar Hati selalu Damai

oleh -12 views

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selalu mengajarkan doa kepada para sahabatnya, doa yang diajarkannya pun sangat luar biasa. Diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani dan Abu Umamah bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan membaca doa ini saat pikiran sedang resah, gelisah dan tidak tenang.

Berikut doanya:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

Allahumma inni as’aluka nafsan bika muthmainnah, tu’minu bi liqo’ika, wa tardho bi qodho’ika, wa taqna’u bi’athoika

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, Yang ridha dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberia-Mu”

Jika kita renungi doa tersebut, sangat rapi dalam strukturnya, sangat dalam makna yang terkandung dimana dalam doa tersebut tersimpan 3 tiga rahasia kedamaian hati. Rasulullah menyebut kedamaian hati dengan نَفْسًا مُطْمَئِنَّةً (Jiwa yang tenang, tentram).

Baca Juga  PDIP Berpeluang Rebut Kursi Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat

Dari doa ini Rasulullah mengajarkan tiga pilar kedamaian hati yang menjadi landasan kedamaian hati yang sejati. Dirangkum drai berbagai sumber, berikut tiga pilar kedamaian hati tersebut, yakni:

1. Tu’minu bi liqa’ika (Jiwa yang yakin bahwa suatu hari nanti ia akan bertemu dengan Rabb-Nya)

Dalam istilah lain, manusia yang memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Karena yang membuat kita bingung adalah kita tidak tahu tujuan hidup kita secara jelas. Bukankah kapal yang berlayar ada tujuan akan berlabuh dimana, jika tidak jelas tujuan arahnya, maka kapal akan terombang-ambing bahkan terseret arus lautan.

Ketika seseorang memiliki kejelasan tujuan semata-mata mencari perhatian Allah, maka ia tak akan pusing dengan perhatian manusia. Satu sebab yang dapat membuat derita dalam hidup adalah selalu khawatir penilaian manusia terhadap diri kita sampai lupa pandangan Allah kepada kita.

Baca Juga  Bawaslu RI Awasi Langsung PSU di Pelosok Papua Barat Daya

2. Wa tardha bi qadha’ika (Jiwa yang selalu ridha dengan apapun yang Allah tetapkan)

Orang-orang yang bertaqwa senantiasa ridha dengan apa yang Allah berikan. Karena ia yakin apa yang diberikan Allah adalah yang terbaik. Allah tidak mungkin dzalim kepada hamba-Nya dan ia selalu menemukan sisi positif dalam setiap cobaan yang menimpanya.

Ada seorang psikiater yang bernama M. Schootler yang menulis dalam bukunya ia mengatakan “Ada sekian banyak jenis tingkatan gangguan jiwa, tapi dari semua itu akar penyebabnya hanya satu yaitu ketika seseorang tidak mau menerima apa yang terjadi dalam hidupnya”.

Sehingga pantaslah Umar bin Khattab mengatakan “Aku tidak peduli keadaan senang atau sedihku. Karena aku tidak tahu mana diantara keduanya yang membuat Allah ridha kepadaku”. Dalam kesempatan lain Imam Ali ra. Berkata “Ketika Allah mengabulkan doaku aku bahagia, ketika Allah tidak mengabulkan doaku, aku lebih berbahagia. Karena yang pertama tadi adalah pilihanku, dan yang kedua adalah pilihan Allah. Dan pilihan Allah adalah pastilah terbaik untukku”

Baca Juga  Menag Rencanakan KUA Dapat Layani Semua Agama, Bukan Hanya Islam

3. Wa taqna’u bi ‘atha’ika (Jiwa yang selalu merasa cukup dengan apa yang Allah berikan)

Jiwa yang selalu merasa legawa dengan yang Allah berikan. Rasulullah pun bersabda bahwa sifat dasar manusia adalah tidak pernah merasa puas. “Anak adam itu ketika diberikan satu lembah minta dua lembah. Semuanya akan terus begitu sampai tanah kubur yang masuk ke dalam mulutnya (Al-Hadits)”.

Demikian tiga rahasia agar hati selalu damai yang terkandung dalam doa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ini. Semoga Bermanfaat.

Wallahu A’lam

sumber: sindonews

No More Posts Available.

No more pages to load.