Dompet Dhuafa Dirikan Dapur Umum dan Taman Ceria untuk Pengungsi Gempa Ambon

oleh -75 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dompet Dhuafa mendirikan pos hangat, dapur umum, dan taman ceria bagi korban gempa di Ambon, Maluku. Hal ini dilakukan untuk membantu sekitar 25 ribu korban gempa yang hingga saat ini tinggal di lokasi-lokasi pengungsian.

Dapur umum didirikan di RT 1, Negri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Sementara lokasi Taman Caria (TempAt aMAN dari keCEmasan dan RisIko bencanA) yang berada di Desa Liang, Kec Salahutu, Maluku Tengah.

Pos hangat yang didirikan sejak Kamis (26/9) ini ada satu titik di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Di daerah IAIN Ambon terdapat dua titik pos hangat dan satu titik di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Baca Juga  TPNPB: Kami Bukan Teroris Tapi Pejuang Kemerdekaan yang Diketahui PBB

“Situasi di Taman Ceria cukup antusias dari pengunjung yang hadir sekitar 200 baik anak-anak maupun orang tua berpartisipasi aktif dalam keberadaan Taman Ceria, peserta selain diedukasi tentang kebencanaan, agama dan psikososial first aid, di lokasi tersebut diajarkan peduli terhadap lingkungan. Hal ini dilihat dari perserta yang berdatangan harus mengumpulkan sampah dari lokasi pengungsian, Taman Ceria melibatkan 20 relawan,” ujar Benny, selaku Direktur Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.

DMC Dompet Dhuafa terus bergerak dan melakukan koordinasi dengan para relawan.

Pemetaan kebutuhan juga menjadi agenda penting dari respon darurat bencana Gempa Bumi tersebut. pantauan lapangan relawan Dompet Dhuafa di wilayah yang terkena dampak gempa bumi para korban memerlukan bantuan mulai dari kebutuhan medis, tenda pengungsian, hingga kebutuhan logistik darurat lainnya.

Baca Juga  Laznas LMI dan YMI ITS Bangun Musholla untuk Warga Pasca Banjir

“Dompet Dhuafa juga telah mengirimkan dua personil tim susulan dari Jakarta, satu personil relawan Makassar dan 21 personil lokal terus melakukan koordinasi dengan beberapa komunitas untuk penanganan korban pascagempa,” ujar Benny. (rtl/red)