DPRD Minta Pemerintah Antisipatif, Begini Tanggapan Tim Satgas Maluku Utara Cegah Penularan Corona

oleh -77 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Meski sampai saat ini belum ada pasien atau masyarakat di Maluku Utara yang dirujuk karena suspect virus Corona, namun pemerintah di daerah perlu mengambil langkah pencegahan penularan wabah virus tersebut tidak masuk sampai ke Maluku Utara.

Hal itu, disampaikan Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Iskandar Idrus. Politikus PAN itu mengajak pemerintah dan warga di Maluku Utara agar menerapkan pola hidup sehat dan waspada terhadap ancaman penularan virus yang sudah masuk ke Indonesia.

“Saat ini di beberapa provinsi di Indonesia sudah terdapat warga positif virus Corona. Bahkan sudah ada yang meninggal. Karenanya, dari kasus yang sudah ada ini saya ingatkan lagi kepada pemerintah di Maluku Utara dan masyarakat untuk lebih berikhtiar,” ucapnya.

Baca Juga  Militer Azerbaijan Rilis Video Musik "Heavy Metal" di Tengah Ketegangan Perang dengan Armenia

“Melakukan koordinasi dengan baik, supaya warga tau perkembangan yang ada. Sosialisasi soal pola hidup sehat, juga memantau dan mengawasi pintu-pintu masuk yang diakses warga yang baru tiba dari luar Maluku Utara. Pastikan mereka memiliki perjalanan yang jelas dan melewati alat pendeteksi wabah virus yang tersedia, baik alat thermal scanner di bandara dan pelabuhan laut di kabupaten kota wilayah Provinsi Maluku Utara,” lanjutnya.

Tanggapan Tim Satgas

Rapat Satgas Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan terhadap Pencegahan dan Pengendalian Penularan Infeksi Virus Corona Maluku Utara, di Sofifi, Selasa (10/3/2020).

Upaya kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap pencegahan dan penularan infeksi virus Corona yang ditangani tim Satuan Tugas atau Satgas di Maluku Utara saat ini, tampak amburadul. Alur komunikasi yang terjalin diantara personel tersebut tidak bersinergi.

Betapa tidak, informasi seputar kesiapsiagaan dan kewaspadaan penularan wabah virus tersebut kesannya ditutup-tutupi. Data warga atau TKA asal Vietnam di Obi, Halmahera Selatan, yang dikarantina pun tak lagi diperoleh media. Data terkait informasi Corona di tanah air dan Maluku Utara khususnya, pun mereka saling lempar memberi informasi.

Baca Juga  Tetapkan KUA/PPAS, Ketua DPRD Buru Minta Pemda Fokus Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Juru bicara Tim Satgas Pencegahan Corona, dra Rosita, yang dihubungi lewat telepon membalasnya dengan alasan sedang sibuk di rumah.

Hal senada, disampaikan Ketua Tim Satgas Penanganan Corona Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, pada Sabtu sore, 14 Maret 2020. Sekda Provinsi Maluku Utara yang baru dilantik itu menolak berkomentar seputar informasi kesiapsiagaan hadapi Corona di Malut.

“Nanti dengan ibu Rosita saja. Beliau adalah kabid di Dinas (Kesehatan Provinsi Maluku Utara) yang bertugas menyampaikan informasi Corona. Karena informasi di Satgas itu disampaikan satu pintu, dan sudah disepekati dalam rapat, itu disampaikan melalui ibu Rosita. Sehingga saya juga harus patuh terhadap keputusan hasil rapat,” tambahnya. (red/rtm/liputan6)