Porostimur.com, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini, mengatakan, Kota Ambon yang telah dikenal sebagai Kota Musik Dunia versi Unesco memiliki modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis musik.
Namun, tantangan serius masih dihadapi, seperti minimnya akses ke label mayor, kurangnya fasilitasi distribusi karya, hingga konflik antara pencipta, penyanyi, dan label.
“Saat ini kita menghadapi situasi yang cukup mengkhawatirkan, hubungan antara pencipta lagu, penyanyi, dan label rekaman sering kali tidak harmonis. Ini justru mengganggu misi besar kita: mendongkrak ekonomi nasional lewat karya musik,” ungkap Novita Hardini, melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Dia menegaskan bahwa musik bukan hanya produk budaya, tapi juga aset strategis bangsa yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat identitas Indonesia di kancah dunia.
“Tidak hanya kekayaan alam, bakat dan karya anak bangsa adalah aset. Dan musik adalah salah satunya. Musik bisa menjadi penggerak ekonomi nasional jika ekosistemnya kita jaga dan perkuat,”
Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan dan fasilitasi pemerintah, khususnya peran strategis Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Barekraf) sebagai jembatan antara musisi daerah dan industri besar.









