DPRD Ambon puas atas hasil program beasiswa di Jepang

@Porostimur.com | Ambon : 9 dari 16 siswa yang terlibat dalam Program Beasiswa Study And Work In Japan, menunjukkan trend positif dalam 2 semester yang dilaluinya.

Dimana, dalam tenggat waktu 1 tahun itu indeks prestasi kesembilannya mencapai 3,20 hingga 3,50.

Karena itu, usai monitoring dan kunjungan langsung ke lokasi para siswa menuntut ilmu akademik, Pemerintah Kota Ambon mempersiapkan penandatanganan Surat Perjanjian Program Beasiswa Study And Work In Japan serta Penandatanganan Kerjasama dengan Pemerintah Kota Ambon dan DPRD Kota Ambon Tokyo, Kyoto dan Fukuoka, 12-17 Maret 2018.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta, kepada wartawan, di Ambon, Kamis (22/3).

Menurutnya, saat melakukan monitoring tim yang ditugaskan Pemkot Ambon antara lain Tim Pemerintah Kota Ambon yang dipimpin oleh Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisutta, Ketua Komisi 2 DPRD Kota Ambon, Johny Mainake, anggota Komisi 2 DPRD Kota Ambon, Kepala Dinas Pendidikan Kota, Keuangan dan Aset, Kepala Dinas PU Kota Ambon, Enrico Matitaputty dan Kepala Badan Pengelolaan Kunjungan Daerah Kota Ambon, Jacky Talahatu.

Dimana, tim  ini sudah melakukan monitoring dan kunjungan akademik terhadap 16 siswa yang terlibat dalam program beasiswa dimaksud pada tanggal 12-17 Maret 2018 lalu, ke 3 kota besar di Jepang yakni Tokyo, Kyoto dan Fukuoka.

Kerjasama program beasiswa dimaskud, jelasnya, merupakan tindaklanjut atas kunjungan Walikota Ambon tahun 2017 lalu, dengan maksud dan tujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi perkembangan studi dari siswa yang mengikuti program Beasiswa study and work in Japan tersebut.

Selain itu, akunya, sekaligus melaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama pendidikan antara siswa, Pemkot Ambon, orang tua dan DPRD Kota Ambon.

Menurutnya, perjanjian kerjasama pendidikan ini sebagai payung hukum yang mengikat peserta/siswa yang mengikuti program ini dan pemerintah penyelenggara/pemberi beasiswa.

Dimana, isi perjanjian kerjasama pendidikan pada dasarnya mengatur tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak serta ketentuan terhadap jangka waktu studi S1 yang diikuti di Jepang, besarnya pembiayaan studi sanksi dan tindak lanjut kelululusan.

Adapun 16 siswa yang dipantau perkembangannya dalam program beasiswa study and work in Japan dalam kunjungan ini, tegasnya, terdiri dari 9 mahasiswa yang telah masuk jenjang S1 dan mau beranjak ke semester 3, yakni Mourist Tobing, Ara Weringkukly, Afrizal Firdaus, Theofilia Lekatompessy dan Muhamad Nuryadi di Ashikaga University, Diana Loupatty di Gunma Pazu University, Berry Samusamu di Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Herry Lesimanuaya di Kanzai University dan Kiz Manuhutu di Japan Economic university.

Sedangkan 7 orang siswa yang mau beranjak masuk ke jenjang S1 (semester 1) yakni Denise Sahulata, Theodore Aipassa, Rafael Sahara dan Ryan Tutuarima di Hiroshima University, Devi Rumalesin di Aichi Gakuin University, Ali Alfatasyah Mugamad di Nagahama Institute of Biosience and Technology, dan Andrew Nirahua di Fukuoka senmon Gakko.

Wakil Walikota Ambon, Wakil DPRD Kota Ambon, Ketua Komisi 2 dan Anggota Komisi 2 DPRD Kota Ambon dalam kunjungan ini merasa puas dan bangga atas prestasi prestasi akademik yang dicapai oleh para siswa disana. Kisaran IPK yang dicapai siswa berada pada niai 3,20-3,50.

”Sementara 2 siswa diantaranya merupakan lulusan terbaik dari sekolah bahasa yakni Denise Sahulata merupakan peringkat 1 (Level N1) pada Fukuoka Senmon Gakko, dan Ryan Tutuarima mendapat Sertifikat Attendent Exclusive karena lulus dengan grade N2 dan tidak pernah terlambat hadir serta memiliki tingkat kehadiran penuh selama studi bahasanya. Kemampuan bahasa dari ke 16 siswa ini tidak bisa diragukan lagi karena berada pada level tertinggi dalam penguasaan bahasa Jepang yakni Level N1 yitu excellent atau mahir dalam bercakap, membaca dan menulis dalam bahasa Jepang,” ujarnya.

Kehadiran Pimpinan DPRD dan Komisi 2 DPRD Ambon yang membidangi masalah pendidikan, memberikan arti besar bagi siswa-siswi yang mengikuti Program Studi dimaksud.

Program studi ini, jelasnya, bukan saja memberi penguasaan bagi para siswa untuk bersaing tingkat global/internasional, namun juga membentuk karakter insan calon pembangun bangsa yang tangguh, berdisiplin tinggi, mandiri dan berpikiran cerdas serta mempunyai semangat memajukan diri yang baik dengan semua potensi yang ada, khususnya bagi Kota Ambon.

Menurutnya, bekal ilmu, karakter dan motivasi yang telah terbangun ini, akan mendorong mereka semua ketika setelah lulus, akan mengabdi bagi kota Ambon.

”Rata-rata program studi yang diambil dalam program beasiswa ini adalah Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, Teknik Kimia/Fisika, Manajemen Keperawatan, Kerjasama dan Hukum Internasional, serta Manajemen Kesehatan/Keperawatan. Setelah melihat kenyataan proses studi dan bekerja siswa di Jepang, walaupun dari penghasilan kerja paruh waktu (part time job) untuk memenuhi kebutuhan tambahan lain siswa rata-rata Rp 7-9 juta per bulan, DPRD Kota Ambon tetap meyakinkan bahwa alokasi pendanaan beasiswa dari ke 16 peserta program studi and work in Japan tetap akan diperhatikan dan ditunjang dengan baik khususnya untuk biaya kuliah dan biaya hidup siswa setiap tahunnya. Ke depannya, di kurun waktu 5 tahun mendatang, ke 16 siswa ini setelah menamatkan pendidikan S1 dan dinyatakan lulus di Universitas -Universitas di Jepang, mereka yang adalah aset Kota Ambon, SDM yang handal dan berpotensi, telah berjanji akan mengambil tanggung jawab untuk kembali mengabdi di Kota Ambon sebagai tenaga Non PNS (tenaga kontrak/honorer) ataupun PNS pada Pemerintah Kota Ambon sesuai bidang keahlian/kompetensi masing-masing sebagai wujud pengabdian, ungkapan terima kasih dan pertanggung jawaban atas bantuan beasiswa yang sudah diberikan oleh Kota Ambon dan Masyarakat Kota Ambon,” pungkasnya. (Febby Sahupala)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: