DPRD Kota Ambon Nilai Pertamina Tertutup Soal BBM Premium

oleh -140 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Komisi II DPRD Kota Ambon kembali rapat bersama Didperindag, Koordinator Sopir Angkot, PT. Pertamina Cabang Ambon dan seluruh pengelola SPBU di Kota Ambon terkait penghapusan BBM Premium.

Pertamina dinilai tidak terbuka, soal data base kuota pengisian BBM hingga 2021 juga tidak ada. Pasalnya Pertamina sudah menjual melampaui kuota.

“Kami minta data base soal kuota bahan bakar minyak untuk 2021 termasuk data realisasi nya ,berdasarkan data itu kita bisa kontrol karena tadi dikatakan bahwa mereka jual itu udah melampaui kuota , melampaui kuota apa kalau kita nggak pegang, melampaui kuota apa kalau dinas perindakg Kota Ambon hanya puya data terakhir yang diberikan oleh pertamina Per 2016, sampai sekarang tidak pernah dikasi,” tegas Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Jafry Taihuttu kepada wartawan usai rapat di Ambon, Kamis (19/8/2021).

Baca Juga  Dihadiri Sejumlah Tokoh HTI, Ini 7 Fakta Menarik Film Jejak Khilafah di Nusantara Tayang 1 Muharam 1442

Data base ini yang berisikan data kuota ditambah dengan realisasi itu, harus benar-benar ada.

“Saya akan terus mendorong agar pertamina tidak menghapus BBM Premium karena ini yang kita semua harapkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan penghapusan BBM Premium tentu akan berdampak terhadap ekonomi para supir angkot ini yang semakin menipis.

Namun, dia mengaku permintaan tersebut cukup sulit dikabulkan. Pasalnya, kebijakan tersebut merupakan regulasi dari pusat.

“Karena regulasi dan keputusannya kan ada di Jakarta. Disini hanya operator saja, jadi memang agak sulit untuk permintaan ini diindahkan. Ini masih tetap jadi harapan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu supir angkot Koko mengatakan kebijakan penghapusan BBM Premium itu sangat menyusahkan masyarakat terutama mereka selaku supir angkot.

Baca Juga  Mitra CNI Malut Bagikan Daging Kurban ke 140 Mustahaq

“Kita semua merasa serba susah dengan kebijakan ini karena memang imbasnya ke kita ya selaku supir angkot,” tandas Koko. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.