DPRD Kota Ambon Soroti Dana Bantuan Gempa

oleh -50 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Lambatnya respon pemerintah daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon dalam menangani korban gempa menuai reaksi DPRD.

Sikap DPRD berkaitan dengan lambatnya pencairan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah untuk diberikan kepada korban gempa 2019 lalu. DPRD melalui Komisi I menilai, BPBD harusnya telah merealisasikan anggaran bantuan terhadap para korban gempa.

Desakan Komisi I ini, seiring dengan adanya pengaduan dari masyarakat. Hal ini dikatakan oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes kepada wartawan di ruang rapat paripurna DPRD Kota Ambon, Selasa (3/11/2020).

“Masyarakat mengadu bahwa sampai saat ini mereka punya proses pembangunan yang mulai dari pembayaran, penyiapan dokumen sampai pencairan untuk pembangunan itu belum jalan. Sudah sejak lama secara psikologi mereka sudah tunggu setahun lebih,” jelasnya.

Dalam rapat tadi Komisi I DPRD Kota Ambon mengundang BPBD, fasilitator, BPBD provinsi, BPBD kota, Camat, Raja dan masyarakat.

Baca Juga  Abu Bakar Ba'asyir Bebas Setelah Belasan Tahun di Penjara, Ini Kasus yang Pernah Menjeratnya

Pormes juga menjelaskan, dalam rapat ada beberapa hal yang disepakati.

“Yang pertama itu kita minta fasilitator yang ditugaskan di kelompok-kelompok ini bekerja dengan hati. Yang kedua kita berikan batas waktu dalam seminggu ini harus diselesaikan semua dokumen kelengkapan untuk pencairan dan yang ke 3 jam 4 sore ini keputusan hasil rekomendasi Komisi I bahwa semua fasilitator turun untuk sosialisasi ke seluruh kelompok di Passo untuk menyiapkan kriteria-kriteria dan kelengkapan dokumen untuk melakukan pencairan di BNI,” jelasnya.

Pormes bilang, jika dalam waktu seminggu apa yang sudah disepakati dengan BPBD tidak ditepati, maka Komisi I akan melakukan evaluasi dan mengambil tidakan keras.

“Kita akan evaluasi kira-kira seminggu itu kendalanya apa, kalau memang itu sengaja diulur BPBD maka kita akan rekomendasi keras untuk itu. Tetapi kalau itu hanya berkas-berkas terlambat masuk kita masih bisa kompensasi satu, dua hari pengunduran,” ancam Pormes.

Baca Juga  Iqbal Payapo Dorong Selat Valentine Jadi Destinasi Wisata Nasional

Dia juga mengatakan bahwa dana bantuan untuk korban gempa dengan kategori kerusakan sudah di rekening masyarakat namun masih terkunci.

“Uang itu sudah ada di rekening mereka, cuma masih terkunci. Mereka tidak bisa cairkan tapi sudah ada di rekening BNI atas nama mereka, dengan katagori rusak ringan itu 10.000.000, rusak sedang itu 25.000.000 dan rusak berat iti 50.000.000,” ungkapnya

Pormes menambahkan bahwa dana tidak bisa langsung dicairkan karena masyarakat tidak diberikan kewenangan untuk mencairkan itu.

“Mereka tidak diberikan kewenangan untuk mencairkan itu, karena juklak memerintahkan bahwa masyarakat tidak bisa ambil uang langsung harus beli bahan untuk bangun,” pungkasnya. (nona)