DPRD Maluku Akan Panggil BPBD, Terkait Kejanggalan Bantuan Korban Gempa 2019

oleh -79 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury mengatakan, telah menerima laporan dari perwakilan korban gempa tentang kejanggalan yang ditemui dalam bantuan korban gempa tahun 2019.

“Jadi tadi ada 2 orang perwakilan, dari orang-orang yang rumahnya terdampak bencana gempa tahun 2019 lalu. Mereka datang melaporkan kepada kami, apa yang terjadi dan terkait biaya perbaikan rumah akibat gempa tersebut”, ungkapnya kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Rabu (5/5/2021).

Dirinya mengakui, bahwa terdapat beberapa kejanggalan dalam bantuan tersebut, misalnya pertama, bantuan dalam bentuk uang yang sudah dikirim di rekening masing-masing para penerima bantuan yakni korban gempa, ditarik kembali dan dikasih ke petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah untuk memperbaikinya.

Baca Juga  Tiga Hal yang Jadi Hasil Banmus DPRD Maluku

Kejanggalan kedua, menurutnya ada kuasa yang diberikan dari pemilik rumah, dimana rekeningnya dibuka untuk menampung dana dari pemerintah, untuk petugas BPBD Malteng dapat mencairkan anggaran tersebut. Mereka juga memberikan bukti-buktinya atau juga daftar harga barang-barang di tokoh.

“Pertanyaannya adalah daftar harga barang itu untuk apa? Padahal dana itu kan diserahkan langsung kepada masing-masing orang yang rumahnya terkena bencana itu. Mau mereka memperbaikinya bagaimana kan itu mereka yang bekerja, tetapi yang terjadi ini adalah mereka mau mengambil alih tanggung jawab itu, akibatnya terjadi kejanggalan-kejanggalan” ujar Wattimury.

Atas kejanggalan-kejanggalan tersebut, Wattimury mengatakan mereka sudah berkoordinasi dengan Komisi III untuk segera menindaklanjuti hal ini, dengan mengundang BPBD Provinsi Maluku untuk segera membicarakan permasalahan ini sehingga dapat dilanjutkan juga ke BPBD Maluku Tengah, sehingga masyarakat tidak menjadi korban. Bahkan aleg PDIP ini mengatakan, bila perlu DPRD turun langsung ke Suli Atas untuk melihat kondisi yang ada di lapangan.

Baca Juga  Cristiano Ronaldo Lebih Hebat dari Batistuta dan Quagliarella

Dirinya sangat menyayangkan masalah ini karena menurutnya, pemerintah pusat sudah mengirimkan anggarannya melalui provinsi dan provinsi sudah mentransfer anggaran tersebut ke masing-masing kabupaten/kota yang warganya terkena bencana, namun pada tingkat bawah, harus ditemui proses yang tidak sesuai dengan aturan.

“Dengan demikian permasalahan-permasalahan seperti ini diharapkan tidak terulang kembali. Bagaimanapun juga pemerintah punya perhatian yang serius, anggaran sudah dicairkan namun pada tingkat bawah menjadi masalah. Mudah-mudahan ini adalah kesalahpahaman tapi kalau ini adalah kesalahan yang dibuat dengan kesadaran saya kira itu tidak boleh terjadi”, tutupnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.