DPRD Maluku Harap Seluruh Hak-Hak Nakes Telah Terbayarkan Tepat Di Momentum HUT RI

oleh -60 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Bertempat di Ruang Sidang Paripurna DPRD Provinsi Maluku (Provmal), digelar rapat kerja Tim I Bidang Kesehatan Covid-19 DPRD Provinsi Maluku dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan Promal, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. M Haulussy Ambon dan Direktur RSUD dr. Ishak Umarela Tulehu, untuk membicarakan hak-hak tenaga medis, Rabu (28/7/2021).

Usai rapat, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Melkianus Sairdekut, mengatakan DPRD berharap di tanggal 17 Agustus nanti semua hak-hak tenaga medis yang belum terbayarkan sudah harus terbayarkan.

“Secara teknis, kami tidak lagi ingin mengulang apa yang menjadi persoalan keterlambatan pencairan hak-hak tenaga kesehatan kita. Keputusan kita adalah DPRD secara kelembagaan ini berharap, di tanggal 17 Agustus seluruh hak-hak tenaga kesehatan kita, terutama soal insentif mulai dari bulan Januari sampai di bulan Juni itu sudah bisa terbayarkan tepat pada momentum ulang tahun Republik Indonesia”, ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga  Pemprov Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020

Dijelaskannya, hak-hak tenaga kesehatan yang belum terbayarkan di RSUD Ishak Umarela itu hanya tersisa beberapa bulan saja, yaitu dari bulan Mei sampai bulan Juni, sementara di RSUD Haulussy itu dari bulan Januari sampai bulan Juni.

“Di tahun 2020 kemarin, seluruhnya telah dibayar dalam kaitan dengan insentif. Nanti insentif setelah selesai, barulah kita mencurahkan perhatian untuk kita membicarakan soal jasa covid yang diverifikasi oleh BPJS kesehatan, karena itu kita coba mengurai satu-satu masalahnya”, pungkasnya.

Dirinya juga mengatakan, bahwa telah menugaskan Sekretaris Dinas Kesehatan, dr.Mega, untuk membantu Direktur RSUD Haulussy untuk sama-sama menyiapkan data dan perangkat untuk pembayaran hak-hak tenaga kesehatan yang akan dibayarkan di tanggal 17 Agustus nanti.

Oleh karena itu, Sekretaris Dinas Kesehatan juga akan memastikan seluruh data dari Direktur Tulehu dan Haulussy sudah harus dirampung di tanggal 5 Agustus mendatang.

Baca Juga  Gennaro Gattuso Tangani Juventus, Cristiano Ronaldo Angkat Kaki dari Turin

“Dari aspek secara politik, kami sudah tidak lagi ingin mendengar cerita ini, soal sistem, soal tenaga, soal aplikasi karena ini cerita berulang. Kami butuh tindakan politik disini dan karena itu, kita berharap Pemerintah Provisi Maluku dalam hal ini Gubernur dan Wakil gubernur juga mencurahkan perhatian bersama sehingga hak-hak tenaga kesehatan ini bisa dibayar ditanggal 17 Agustus”, harapnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan, dr.Mega mengatakan, pihaknya akan lebih berusaha untuk berkoordinasi lebih proaktif dan lebih maksimal lagi untuk ke RSUD Haulussy dan terkait jumlah nakes yang belum terbayarkan, dr. Mega bilang belum bisa disampikan berapa jumlah pastinya karena masih dalam proses penginputan.

“Kalau jumlah nakes RSUD Haulussy, belum bisa kita sampaikan, karena mereka belum menyampaikan usulan atau menginputnya jadi masih dalam proses”, katanya.

Baca Juga  Tersengat Listrik Saat Perbaiki Gerai Alfamidi, Pekerja ini Alami Luka Bakar di Sekujur Tubuh

Disingung soal kendala yang dihadapi sehingga terjadi keterlambatan pembayaran yang memakan waktu ini, Ia menjelaskan bahwa kendalanya menyangkut pengumpulan data. Data belum bisa diinput ke aplikasi jika data tersebut belumlah lengkap. Oleh karena itu, pihaknya akan mencoba membantu sumber daya manusia atau orang yang mengumpul data tersebut karena menurutnya, untuk insentif ini datanya lumayan banyak.

“Kendalanya yaitu pengumpulan data, karena belum bisa input data di aplikasi kalau datanya belum lengkap. Jadi pergantian shift antara petugas mungkin itu yang agak harus di perkuat lagi dengan kondisi seperti ini. Untuk itu, kami akan coba lebih memaksimalkan dukungan kami kepada RSUD Haulussy. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.