DPRD Maluku Minta Pemprov Perhatikan Nasib Guru dan Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Peringatan Hari Guru, 25 November 2020 di tengah situasi Pandemi Covid-19, harus dijadikan momentum evaluasi, dimana para guru harus diperhatikan hak dan kewajiban mereka, sehingga mutu pendidikan di Maluku bisa meningkat. Apalagi banyak wilayah di Maluku yang masih kurang tenaga gurunya.

Hal ini dikatakan, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Ruslan Hurasan kepada wartawan, Selasa (25/11/2020) di Gedung DPRD Maluku.

Menurut Hurasan, kedepan Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku harus memperhatikan penambahan guru melalui guru honorer maupun guru kontrak.

“Komisi IV, meminta kepada Pemda untuk
mempertimbangkan skema pembiayaan bagi tenaga guru honorer yang digaji per bulan Rp1.015.000, kiranya kedepan bisa dinaikan menjadi Rp.1,5 juta sampai Rp.2 juta,” ujarnya.

Selain itu, Hurasan juga meminta Pemprov Maluku agar memaksimalkan program nasional 1 juta honorer diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Program ini diharapkan menjadi angin segar bagi Maluku untuk menambah sekaligus menutupi kekurangan guru.

Baca Juga  Wisuda lulusan UKIT dinilai ilegal

Hurasan bilang, semua tenaga guru dari sisi administrasi harus betul-betul diperhatikan

“Bagaimana proses kenaikan pangkat di wilayah terpencil. Kemudian bagaimana tunjangan profesi guru, ini harus menjadi perhatian bersama, terutama menyangkut hak-hak mereka,” jelas Hurasan

Sementara itu, terkait rencana pemerintah pusat yang akan memberlakukan sekolah tatap muka mulai Januari 2021 nanti, menurut Hurasan, harus dipertimbabgkan dengan making, mengingat masih terjadi trend kenaikan kasus positif Covid-19 di Maluku.

“Atas dasar itu, kondisi ini harus dievaluasi bersama, dengan tentu mempertimbangkan instruksi dan keputusan pemerintah pusat,” kata Hurasan.

“Kalau kita melihat instruksi pemerintah pusat dimana pembukaan belajar tatap muka akan dilakukan pada Januari 2021, maka tentu dengan memperhatikan itu, maka sepatutnya kalau evaluasi di Maluku masih dengan tetap proses belajar mengajar dengan sistim daring,” katanya.

Baca Juga  Tom Hanks dan Istri Positif Virus Corona

Hurasan juga meminta perhatian Pemda dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar menyiapkan modul pembelajaran daring, guna menjaga mutu dan kualitas pendidikan di Maluku selama masa Pandemi Covid-19. (valen)