DPRD Maluku Terus Dorong Pemerintah Perhatikan Masalah Infrastruktur di SBB

oleh -75 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: DPRD Provinsi Maluku terus mendorong pemerintah untuk memperhatikan masalah infrastruktur di beberapa daerah di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) seperti di Pulau Manipa dan Pulau Kelang.

“Ada beberapa daerah yang masih dianggap terisolasi. Jadi bukan saja di Pulau Manipa tetapi juga di beberapa pulau lain seperti Pulau Kelang. Itu juga masih dianggap terisolasi karena konektivitas lingkar jalan pulau itu belum dipenuhi oleh pemerintah”, ungkap Wakil Ketua Komisi III, Hatta Hehanussa di Kantor DPRD Maluku, Selasa (27/4/2021).

Sebagai anggota DPRD daerah pemilihan (dapil) Seram Bagian Barat yang juga kebetulan berada pada komisi tiga, Hatta mengaku terus menyuarakan kepada pemerintah provinsi untuk mencoba melobi berbagai sumber-sumber anggaran untuk membantu pemerintah kabupaten SBB, terutama menyangkut tentang ruas jalan yang ada di lingkar jalan Pulau Manipa maupun juga yang ada di Pulau Kelang.

Baca Juga  Krisis Etika Bangsa di Tengah Pandemi

Dirinya menandaskan, pemerintah harus fokus untuk memperhatikan masalah keterisolasian beberapa daerah tersebut, terutama infrastrukturnya.

“Bagaimana kita mau bicara tentang ekonomi dan pendidikan sementara akses mereka tidak dibuka? Bagaimana kita mau mensejahterakan masyarakat sementara mereka sendiri tidak bisa punya infrastruktur yang layak dan memadai. Pada akhirnya mereka akan tertinggal terus atau terisolasi”, ucapnya.

Hehanussa juga mengungkapkan, bahwa dirinya telah bertemu dengan aliansi Pemuda Pulau Manipa untuk membicarakan persoalan infrastruktur yang ada di Pulau Manipa.

Ia menjelaskan bahwa Pulau Manipa merupakan salah satu pulau yang memiliki kampung-kampung yang cukup banyak tetapi belum terhubung atau terkonek antara kampung yang satu dengan kampung yang lainnya, sebab untuk mengakses satu kampung dengan kampung lainnya, belum bisa dilakukan menggunakan jalur darat karena jalan lingkar Manipa belum dibangun, sehingga masyarakat masih menggunakan transportasi laut, yang cukup berisiko saat cuaca buruk.

“Untuk itu, kita berharap kalau bisa infrastruktur itu dibangun dan didukung dengan berbagai prasarana yang saling mendukung dan saling menunjang agar betul-betul masyarakat itu bisa menikmatinya terutama tentang konektivitas jalan lingkar tersebut”, paparnya.

Baca Juga  Kota Ambon Kembali Raih Penghargaan SAKIP

Terkait dengan dana SMI yang dialokasikan pemerintah provinsi ke kahupaten SBB, Ia mengungkapkan bahwa dana tersebut sebesar Rp.100 miliar lebih yang difokuskan kepada daerah-daerah seperti Loki, pembangunan bahu-bahu jalan dan talud yang berada di wilayah-wilayah Kecamatan Kairatu, Kecamatan Huamual Depan dan Piru.

“Anggaran-anggaran itu masih terfokus di daerah-daerah tersebut, sedangkan untuk daerah-daerah belakang itu belum tersentuh. Untuk itu pemerintah punya tanggung jawab untuk mencari dana lagi untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Seram Bagian Barat”, tutupnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.