Droplet VS Aerosol, Mana yang Lebih Menularkan Virus Corona?

oleh -71 views
Link Banner

Porotimur.com | Ambon: Dari awal, para ahli menegaskan bahwa virus corona penyebab Covid-19 ditularkan melalui droplet atau tetesan pernapasan. Tetapi, baru-baru ini, diakui bahwa Covid-19 juga dapat ditularkan melalui aerosol atau udara.

Lalu, di antara droplet dan aerosol, mana yang lebih banyak menyebabkan penularan?

Untuk menjawan pertanyaan di atas, dua hasil studi dikeluarkan minggu ini, menggambarkan bagaimana perbedaan keduanya dalam hal menyebarkan virus corona.

Dilansir dari Medical Daily, penelitian pertama yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, menyatakan bahwa droplet atau tetesan pernapasan berukuran lebih besar atau sama dengan 5 mikron (μm) dan diembuskan ketika orang mengembuskan napas.

Link Banner

Sedangkan aerosol adalah partikel yang lebih kecil, lebih kecil dari 5 mikron (μm). Karena aerosol lebih kecil, aerosol cenderung menguap dengan cepat di udara atau dapat bertahan selama berjam-jam.

Baca Juga  Resmi Kantor Hukum, Boy Komitmen Beri Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Kurang Mampu

Kita dapat mengurangi penularan virus corona baru dari droplet dengan memakai masker dan mempraktikkan jarak sosial. Di sisi lain, transmisi melalui aerosol lebih sulit dicegah. Perlindungan hanya bisa diberikan dengan mengenakan masker atau face shield. Sedangkan menjaga jarak tidak akan terlalu membantu karena aerosol dapat menyebar di udara.

Orang dengan Covid-19 dan mereka yang tanpa gejala, dapat menghasilkan droplet maupun aerosol. Sayangnya, masih belum ada data yang kuat untuk menentukan mana di antara keduanya yang menyebabkan lebih banyak transmisi virus corona.

Studi kedua yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information membandingkan transmisi droplet dan aerosol dalam pengaturan lingkungan yang berbeda, dan menemukan bahwa masih sulit untuk memastikan mana yang menyebabkan lebih banyak transmisi di antara keduanya.

Baca Juga  PSBB Ambon Diperpanjang, Walikota Minta Masyarakat Lebih Disiplin

Namun demikian, para peneliti yang bekerja pada penelitian ini menyarankan bahwa orang harus melakukan tindakan pencegahan di berbagai situasi, termasuk di kabin pesawat terbang, mobil penumpang, pusat perawatan kesehatan, dan ruang tertutup lainnya.

Kedua studi menyimpulkan bahwa meskipun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui apakah droplet menyebabkan lebih banyak infeksi daripada aerosol, atau sebaliknya.

Tetapi, untuk saat ini, informasi yang tersedia menunjukkan bahwa transmisi Covid-19 melalui aerosol atau udara tidak lebih dominan daripada transmisi melalui droplet atau tetesan pernapasan. (red/rtm/suara)