Dsas Care Bagi Ratusan Buku Iqra di Desa Waehotong Baru Pulau Buru

oleh -130 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Ratusan buku Iqra kembali dibagikan ke sejumlah anak-anak dan para mualaf di Desa Waehotong Baru, Kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru, Maluku.

Pembagian ini menyusul banyaknya permintaan warga setempat yang mayoritas 90 persen merupakan para mualaf, berlokasi di masjid kampung setempat.

Menurut Mujahid Moro Galela, upaya sosial ini merupakan hal penting dan harus menjadi prioritas bagi umat muslim, terutama bagi mereka yang mampu dalam memenuhi kebutuhan umat muslim lainnya.

“Bagi kami memperhatikan masyarakat yang berkeinginan kuat untuk belajar agama apalagi belajar Al-Quran adalah prioritas paling utama. dan harus disegerakan untuk membantu,” tandasnya.

Mujahid menegaskan, upaya memperlambat atau menunda hal ini dari mayarakat yang membutuhkan bisa menjadi dosa untuk muslim yang mampu.

Baca Juga  BNI Dukung Gagasan Ambon Smart City

“Seharusnya kepentingan membantu umat muslim yang ingin belajar tidak boleh ditunda. Tapi justru harus disegerakan. Berdosa kita kalau abai dengan hal ini. Mereka punya semangat besar untuk belajar. Tapi malah kita yang lambat bahkan kadang banyak yang sengaja lalai. Itu tidak boleh. Kita yang sudah mampu dalam hal materi bahkan pemahaman agama punya tugas untuk membina mereka,” jelas Mujahid.

Pembagian bantuan sosial berupa ratusan buku iqra, rak buku, dan busana muslim untuk para wanita dan anak anak ini mendapat respon baik masyarakat setempat.

Seorang warga bernama Misna Besugi mengaku bersyukur dengan adanya pemenuhan kebutuhan buku-buku agama oleh tim Dsas Care Namlea serta Bipolar Berbagi yang ikut menyumbang satu buah rak buku yang akan dijadikan sebagai wadah penyimpanan koleksi buku Islami di Masjid Desa Waehotong Baru.

Baca Juga  Padahal ini Alasan Seringkali Kepala Miring ke Kanan ketika Berciuman

“Kami warga di Waehotong sangat bersyukur karna ada tim yang peduli dan mau menyempatkan dan memperhatikan kebutuhan kami untuk bisa belajar agama dengan alat-alat yang kami butuh,” katanya.

Misna bilang bahwa umat muslim di Desa Waehotong sangat berkeinginan untuk belajar agama secara serius. Namun segala keterbatasan yang ada membuat semua niat itu tidak terealisasi.

“Sebelumnya Kami selalu ingin belajar membaca Al-Quran. Tapi yah begitu. Al-Quran saja kita tidak punya. Jangankan itu, buku Iqra yang menjadi landasan belajar tulisan Arab juga tidak ada. Bagaimana kita mau bisa mengerti Al-Quran. Jadi sekarang kita lega. Dsas sudah datang membantu kita membawa bantuan ini. Kami akan mempergunakan dan memanfaatkannya dengan baik,” tukasnya. (ima)