Dua Kakak Beradik Tewas di Eks Tambang Gunung Botak

oleh -129 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Dua orang kakak beradik, Jamaludin Tekandar (33 tahun)  dan Yusril Muksin (17 tahun),  ditemukan tewas di dalam bekas lubang galian tambang emas Gunung Botak, Desa Wamsalit,  Kec. Waelata,  Kabupaten Buru,   pada Kamis malam (22/10/2020).

Kapolres Pulau Buru,  AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja melalui Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda  MYS Djamaluddin kepada wartawan, Jumat (23/10/2020) menjelaskan,  terindikasi kuat kalau kedua korban tewas kehabisan oksigen saat berada di dalam lubang galian eks tambang emas.

Di tubuh korban tidak ada tanda – tanda kekerasan. jenazah kedua korban juga tidak diotopsi dan dikebumikan di tempat tinggal mereka di Unit 17, Desa Penulis, K ecamatan Wailata.

“Pihak keluarga melakukan penolakan otopsi dan pihak keluarga tidak keberatan atas menggialnya almahrum,” jelas Paur Humas.

Link Banner

Paur Humas juga menegaskan,  bahwa kedua korban meninggal dunia  bukan Penambang. “Tujuan korban hanya ingin mengambil kayu papan yang berada dalam kolam bekas Pertambangan yang sudah tidak di gunakan lagi,” papar Aipda Djamaluddin.

Baca Juga  Jelang Pemilu, masyarakat dihimbau berantas hoax

Sementara itu, Mira Belen (41 tahun), istri dari Jamaludin Takendar,  kepada wartawan menceritakan kalau sang suami bersama adiknya pamit keluar rumah pada hari Rabu lalu (21/10),  pukul 17.00 WIT. 

Keduanya pamit pergi ke bekas tambang Gunung Botak untuk mencari kayu dan papan yang ditinggal para penambang.

Namun keduanya tidak pernah kembali ke rumah, sehingga Mira Belen berinisiatif mencari sang suami dan adiknya ke bekas tambang Gunung Botak.

Mira Belen mengajak Muhammad Adnan Arfa, 41 tahun, untuk bersamanya mencari Jamaludin dan Yusril.

Keduanya lalu mendatangi pos aparat keamanan yang bertugas di puncak Gunung Botak.

Namun sebelum tiba di pos jaga,  saat melewati kawasan gunung batu, Mira Belen meminta Arta untuk mencari suaminya di salah satu bekas lubang galian yang terletak di pinggir jalan.

Baca Juga  Berkas Perkara Korupsi DD Pasanea, Karlutukara dan Gale-Gale Masuk Jaksa

Ia mencurigai kalau suaminya mungkin saja memasuki lubang tersebut, karena di sana terlihat banyak kayu dan papan yang masih layak digunakan.

Saat menengok ke kolam tersebut,  Arta mengaku melihat sesosok manusia yang tersangkut pada sebatang kayu dalam kedalaman kurang lebih tujuh meter.

Keduanya lalu melapor ke pos jaga aparat keamanan untuk menyampaikan penemuan tersebut.

Mendapatkan laporan tersebut,  sekitar Pukul 20.30 Wit personil gabungan pengamanan GB tiba di TKP.Selanjutnya melakukam pengamanan TKP. Dan melaporkan kepada pimpinan.

Pukul 21.30 WIT Kapolsek Waeapo, Ipda Zainal bersama personil Polsek Waeapo tiba di TKP dan melakukan olah TKP.

Petugas lalu melakukan langkah evaluasi dan menemukan kedua korban berada di dalam lubang sudah lagi tidak bernyawa.

Baca Juga  Viral, Penampakan Uang Baru Sambut HUT RI ke-75

“Para korban dievakuasi oleh personil gabungan dan masyarakat serta melibatkan keluarga korban dari dalam kolam mengunakan tali serta alat bantu udara dengan mengunakan blower agar bisa masuk ke dalam kolam,” tutur Paur Humas Aipda Djamaluddin. (ima)