Dua Kali Mangkir, BKD Halbar Kirim Panggilan Terakhir untuk Hairun Bahruddin

oleh -92 views
Link Banner

Porostimur.com | Jailolo: Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) melalalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melayangkan surat panggilan ketiga terhadap satu ASN atas nama Hairun Bahruddin yang diduga melanggar kode Etik ASN dalam hal berkantor.

Sebelumnya BKD Kabupaten Halbar, sudah melayangkan surat panggilan pertama pada 29 Juni 2020 dengan nomor surat: 800/281/VI/2020, dan panggilan kedua pada Kamis 09 Juli 2020 lalu.

Atas ketidak hadiran yang bersangkutan dalam panggilan tersebut, BKD Halbar Selasa, (21/7/2020) kembali melayangkan surat pemanggilan ketiga terhadap Hairun Bahrudin.

Kepala BKD Halbar Zubair T Latif, ketika di konfirmasi menyatakan, melalui surat panggilan pertama dan kedua dilayangkan oleh BKPD ke Hairun sebagai PNS Halbar, Hairun lalai dalam panggilan tersebut. 

“Kami sudah layangkan surat panggilan pertama dan ke dua, namun Hairun tidak hadir, kami kembali layangkan surat panggilan ketiga tadi yang ditandatangani langsung oleh Sekda Halbar Syahril Abd. Rajak, dan dijadwalkan sidang pada Kamis, 23 Juli 2020 akan datang.”

Baca Juga  Antisipasi DBD dan Malaria, Dinkes Kota Ambon Lakukan Fogging

“Jika dalam surat pangilan ketiga dalam hal pengambilan keterangan juga yang bersangkutan tidak hadir dalam batas waktu ditentukan pada Hari Kamis, maka kami akan rapat internal majelis untuk menggelar hari persidangan keputusan, walaupun tanpa Hairun Bahrudin,” ungkap Jubair.

Sambung Jubair, jika BKD Halbar menyurat sebanyak tiga kali, namun masih diabaikan oleh Hairun, maka sesuai dengan Perbup tentang Kode Etik PNS di lingkup Pemda Halbar yang mengatur tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Melalui Sidang Majelis Kode Etik akan tetap dilakukan.

“Maka nanti kita lihat Hairun lalai dari PP Nomor 53 tahun 2020 yang menjelskan tentang Kode EtikASN atau tidak. Karena sidang tersebut langsung diberi keputusan oleh Majelis Sidang Kode Etik. Karena sesuai aturan ASN yang meninggalkan tugas 1,5 bulan saja sudah bisa dipecat,” pungkas Zubair. (ash)