Dugaan Proyek Bermasalah Senilai Rp30 Miliar di Kepulauan Sula Masuk Tahap Penyelidikan Polisi

oleh -85 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Polres Kepulauan Sula, Polda Maluku Utara telah melakukan penyelidikan atas laporan HMI Cabang Sanana dan PMII Cabang Kepulauan Sula terkait 26 paket proyek yamg diduga bermasalah di lapangan, Senin (3/8/2020).

Dugaan masalah proyek fisik yang bersumber dari APBD 2018 dan APBD 2019 yang menguras uang rakyat berkisar Rp30.6 miliar itu, telah masuk dalam tahap penyelidikan Unit Tipikor Polres Kepulauan Sula. Bahkan sejumlah pihak sudah diperiksa termasuk Plt Kadis PUPR Nursaleh Bainuru.

“Surat sudah masuk kepada Saya, dan Saya disposisi ke Kasat Serse, dan kasat Serse sudah mengeluarkan surat penyelidikan namun hasil penyelidikannya belum ada laporan kepada Saya sampai dimana penyelidikannya,” kata Kapolres, AKBP. M. Irvan S.IK.

Baca Juga  Kebangkrutan Moral

“Tapi yang saya tahu mereka sudah melakukan penyelidikan. Jadi, kasusnya mana yang progresnya lebih dulu itu yang kita dahulukan”, jelas Irvan.

Orang nomor satu di Polres Kepulauan Sula ini mengatakan, terkait masalah aduan dua OKP tersebut, pihak penyidik telah membentuk tim, dimana tim yang satu melakukan penyelidilam progres fisik di lapangan.

“Pada saat anggota turun ke lapangan, mungkin memang sudah jelas-jelas nampak kesalahannya itu yang kita dahulukan. Jadi semua kasus yang dilaporkan, kita serius dan tetap akan melaksanakan penyelidikan,” ungkap Irvan.

Sekedar Informasi bahwa, salah satu dari 26 paket proyek fisik yang dilaporkan oleh HMI dan PMII itu adalah proyek pembangunan jalan Waitinagoi-wailoba di Kecatan Mangoli Tengah, dengan nilai kontrak sebesar Rp 11.500 miliar yang terkesan diabaikan.

Baca Juga  339 Peserta Ikuti SKB CPNS Kota Ambon

Padahal, kasus jalan Waitinagoi-Wailoba yang lebih dulu dilaporkan secara lisan oleh Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Kepulauan Sula. Laporan tersebut telah ditindak lanjuti. Dimana, direktur PT. Amata Mahakarya Abraham alias Bram telah dipanggil dan diperiksa.

Selain itu, mantan Kabid Bina Marga Isnain Masuku juga dipanggil untuk diperiksa namun selama setahun lebih kasus tersebut tidak ada kejelasan. (ifo)