Duhai Emak-emak Pejuang Perubahan

oleh -11 views
Yusuf Blegur, Kolumnis

Oleh: Yusuf Blegur, Kolumnis

Pria dewasa minggir, eksekutif muda menyingkir, generasi milenial menghindar dan mangkir, mahasiwa dan pelajar mikir-mikir.

Emak-Emak pejuang perubahan telah berjibaku sedemikian rupa dalam diskusi, rapat-rapat dan aksi di lapangan. Segala peluh dan kelelahan menyelimuti saban waktu. Mulai pagi, siang, malam hingga pagi ketemu pagi lagi. Senantiasa tercurahkan pikiran, tenaga dan biaya yang tak terhitung lagi demi mengobarkan perubahan. Inisiatif sendiri, merangkai gerakan dengan swadaya dan swakelola tanpa berharap dan bergantung pada siapapun.

Tak ada donatur yang membiayai gerakan, kiprah dalam kancah politik terus berlangsung. Emak-Emak pejuang perubahan gotong royong iuran dan kontribusi apapun secara kolektif. Konsumsi baik snack maupun hidangan berat untuk seluruh peserta aksi, kerap diadakan melalui potluck Emak-Emak.

Baca Juga  Bicara Inovasi Pertanahan, Menteri AHY Bertemu The Netherlands Cadastre di Washington

Sungguh kebersamaan yang indah dan menakjubkan dalam banyak keterbatasan dan kekurangan. Semangat berjuang untuk Indonesia yang lebih baik tak pernah surut. Begitu menyentuh hati bagi jiwa dan pikiran yang merdeka.

Emak-Emak pejuang perubahan, tak ada kata-kata lebih lagi yang terbaik untuk disematkan kepada mereka. Pengorbanan yang besar meninggalkan anak dan suami serta tanggungjawab dan kenyamanan keseharian di rumah, rela dilakukan demi melihat rakyat, negara dan bangsa Indonesia yang lebih baik. Demi harga sembako yang terjangkau. Demi tarif listrik yang wajar dan murah. Demi harga bbm yang sepantasnya. Demi pendidikan dan kesehatan gratis.

No More Posts Available.

No more pages to load.