Dukung Ambon Jadi Kota Musik Dunia, Nanala Voice Tampil di Acara Ambon Pono Deng Musik

oleh -103 views
Link Banner

Porotimur.com | Ambon: Ruas Jalan Diponegoro, di kawasan Urimesing tidal seperti biasaya. Sebuah panggung nampak berdiri di trotoar depan SMA Kristen.

Malam ini, Kamis (5/9) berbagai artis dan penyanyi Ambon menyuguhkan hiburan gratis kepada warga kota Ambon.

Acara bertajuk  ‘Ambon Pono Deng Musik’ memang sengaja diselenggarakan oleh panitia HUT Kota Ambon ke-444, juga dimaksudkan untuk mewujudkan Ambon sebagai Kota Musik.

Pemerintah Kota Amhon memang memprioritaskan kegiatan ke musik, mulai dari jelang HUT hingga puncak perayaan HUT yang jatuh pada tanggal 7 September 2019.

Untuk diketahui, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Ambon ke 444, pemerintah menggelar panggung musik di sejumlah lokasi, seperti di jalan Diponegoro, Jalan Pattimura, Kawasan Soabali, Soaema dan lokasi lainnya di Kota Ambon.

Baca Juga  Besok Malam, Gerhana Bulan Penumbra, Catat Jamnya

Salah satu yang tampil memeriahkan acara di panggnggung di jalan Diponegoro adalah Nanala Voice.

Group vokal yang terdiri Dari Sharon, Meggy, Elly dan Jhon ini, tampil membawakan sejumlah lagu, diantarnya lagu berjudul Bambu Gila, Parlente Putar Bale, La Babma dan Nurlela.

Jhon, salah satu personul Nanala Voice mengungkapkan keterlibatan mereka dalam kegiatan ini merupakan salah satu wujud dukungan mereka terhadap upaya pemerintah mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia.

Menurut Jhon, sebagai musisi, Nanala Voice sangat mendukung langkah pemerintah kota untuk menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia.

Kota musik, kata dia, tidak berarti setiap hari ada pertunjukan musik terbuka, ada gedung pertunjukan musik dan sebagainya, tetapi yang terpenting masyarakat Ambon memiliki jiwa bermusik.

Baca Juga  Mulai Besok, 11 Seismograf akan Dipasang di Maluku

“Masyarakat di luar juga sudah tahu bahwa Ambon ini gudangnya musisi, karena itu bagaimana ke depan kita mempersiapkan seluruh kreativitas bermusik dalam sebuah program besar kota musik dunia,” ujarnya.

Bernyanyi, kata Jhon, bukan hanya konsumsi para penyanyi. Semua kalangan, tua, muda, anak-anak yang memiliki jiwa dan bakat bermusik bisa berkreasi.

Kepada porostimur.com, Jhon tak lupa menyampaikan keinginan dan harapannya, agar pemerintah dapat memperhatikan sarana dan prasarana musik di kota Ambon, sehingga dapat memenuhi syarat sebagai kota musik, misalnya stage maupun venue kegiatan.

“Seluruh bakat bermusik ini harus disalurkan melalui ruang pertunjukan yang disiapkan baik oleh pemerintah, swasta maupun komunitas musik,” katanya. (keket)

Baca Juga  Bangun Maluku, HEBAT nyatakan 8 prioritasnya