“Mesir menekankan Israel memikul tanggung jawab hukum penuh atas memburuknya kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza sebagai kekuatan pendudukan,” tulis Kementerian Luar Negeri Mesir di Twitter.
Wakil Perdana Menteri Kanada Chrystia Freeland mengatakan dia mengharapkan semua pihak mengikuti hukum internasional.
“Kami harus memilih antara dukungan kami kepada institusi supremasi hukum internasional atau dukungan kami kepada Israel,” ujar diplomat utama Uni Eropa (UE) Josep Borrell menanggapi keputusan tersebut.
Hamas juga menyambut baik keputusan ICJ namun menekankan Israel harus menghentikan serangan militernya di seluruh Gaza.
Kelompok tersebut menyambut baik permintaan pengadilan mengizinkan komite investigasi memasuki Jalur Gaza.
Juru bicara Otoritas Palestina Nabil Abu Rudeineh mengatakan, “Kepresidenan menyambut baik keputusan yang dikeluarkan Mahkamah Internasional, yang mewakili konsensus internasional mengenai permintaan menghentikan perang habis-habisan di Gaza.”
Israel Marah
Israel bereaksi terhadap keputusan tersebut dengan marah. Menteri kabinet perang Israel Benny Gantz mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bahwa Israel tidak berniat mengikuti keputusan ICJ, dan akan terus berperang di Rafah dan menambahkan hal itu sudah sejalan dengan hukum internasional.










