Econovation 2021 Mentoring 15 Inovator Muda

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Yayasan Ekosistem Nusantara Berkelanjutan (EcoNusa Foundation) bermitra dengan RM Inkubasi dan Media Tempo sukses menyelenggarakan acara Awarding Econovation 2021 secara virtual pada Jumat (17/9/2021).

Acara Awarding Day merupakan puncak dari roadshow di enam titik di seluruh Indonesia. Dalam acara tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, CEO EcoNusa Bustar Maitar, dan Founder RM.Inkubasi & RM.Synergy Riri Muktamar hadir memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Sandiaga Uno berharap kompetisi ini dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk meningkatkan inovasi bisnis.

“Selain itu, semoga juga dapat mendorong hadirnya kerjasama yang baik antar berbagai pihak dan bersama-sama mendukung kebangkitan perkonomian Indonesia,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Teten Masduki yang berharap kompetesi ini mampu melahirkan karya inovatif yang tidak hanya memberdayakan, namun juga berdampak positif bagi masyarakat luas.

Sementara itu, CEO EcoNusa, Bustar Maitar, dalam sambutannya mengatakan, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memunculkan para pelaku inovasi sosial yang dapat memberikan manfaat.

Baca Juga  800 Juta Anak Di Dunia Keracunan Timbal

“Saya juga mengapresiasi karya-karya inovasi yang masuk dan terpilih, yang dapat memenuhi ekspektasi untuk kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Pihak RM.Inkubasi & RM.Synergy juga turut memberikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan ini.

Sebagai informasi, Econovation merupakan kompetisi bisnis nasional yang baru pertama kalinya digelar di tahun 2021 ini dengan tujuan mencari inovasi yang bisa memberikan solusi nyata bagi persoalan di kehidupan masyarakat dalam bidang edukasi, ketahanan pangan, dan kesehatan berbasis komunitas, terutama selama pandemi virus corona (Covid-19).

Setelah melalui tahapan administrasi dan penjurian, tersisalah 15 finalis yang berhasil menyisihkan 226 pendaftar lainnya yang bisa dikategorikan menjadi 12 nominator dan tiga inovator terbaik dengan ide bisnis solutifnya.

Adapun tiga inovator terbaik Econovation 2021 adalah sebagai berikut.

1. Shaany Collagen Drink dari Probolinggo. Shaany merupakan start-up yang bergerak di bidang pengolahan limbah sisik ikan menjadi minuman kolagen yang halal, sehat, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal. Dalam proses produksinya, CEO Shaany Collagen Drink, Siti Nur Seha memberdayakan petani lokal dan ibu rumah tangga dari keluarga tidak mampu di Probolinggo. Peningkatan nilai ekonomi jadi harapan dalam pengembangan usaha ini.

Baca Juga  Walikota Surati Gubernur Maluku Terkait Pembatasan Akses Masuk Ambon

2. Edubox dari Bandung. Edubox adalah sebuah platform pembelajaran wireless tanpa internet yang menjadi solusi bagi sekolah-sekolah di daerah minim internet. Caranya, pengajar akan mengunggah materi belajar dan penilaian di Edubox, kemudian siswa bisa mengaksesnya tanpa internet. Platform ini diharapkan bisa memutus gap belum meratanya akses teknologi dan internet.

3. Yant Sorghum dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Yant Sorghum merupakan sebuah platform yang mengembangkan tanaman sorghum berdasarkan konsep korporasi petani. Dalam inovasi tersebut, sebanyak 200 petani sorgum dan 50 hektare lahan di Lombok menjadi mitra Yanti, penggagas Yant Sorghum dari Nusa Tenggara Barat.

Tiga pemenang tersebut masing-masing mendapatkan hadiah sebesar 50 juta rupiah sekaligus pendampingan pelatihan untuk semakin memperkuat bisnisnya.

Baca Juga  BMKG: Kawasan Selatan Seram Maluku Rawan Gempa dan Tsunami

Sementara itu, berikut daftar 12 nominator Econovation 2021 lain yang masuk 15 besar:

1. Most Attractive Product Packaging: “Amorina” dari Bandung,

2. Highest Consistency Innovator: “Defuture Farmer” dari Jakarta,

3. Highest Growth Potential Innovator: “ALC Indonesia” dari Bandung,

4. Most Impactful Business on Society: “Timor Moringa” dari Kabupaten Timor Tengah Selatan,

5. Best Sustainability Commitment: “Remparempa” dari Bogor,

6. Best Technology Adaptation: “Komerce” dari Purbalingga.

7. Most Inclusive Product Innovation: “Yuvee” dari Jawa Barat

8. Most Creative Product Innovation: “Culture Academy Indonesia” dari Semarang,

9. Most Forward Thinking Innovator: “Kooyla” dari Pangkal Pinang,

10. Highest Export Potential: “Rumah Rempah Noni” dari Jakarta,

11. Best Social Media Management: “Schfess” dari Bandung,

12: Best Product Research and Development (R & D): “MarkHerb” dari Bandung.

(red)