EcoNusa Ajak Jurnalis dan Publik Sebarluaskan Isu Hutan dan Laut Maluku-Papua

oleh -32 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Yayasan EcoNusa meluncurkan program bantuan terbatas bagi jurnalis, jurnalis lepas, blogger ataupun vlogger untuk melakukan liputan terkait isu sumber daya alam di Papua dan Kepulauan Maluku, juga Laut Indonesia.

“Yayasan EcoNusa ingin memaksimalkan peran berbagai media yang ada, baik media cetak, media online, TV maupun blog dan youtube untuk menyebarluaskan isu terkait sumber daya alam di Papua dan Kepulauan Maluku, dan juga isu Laut di Indonesia,” ujar CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar, melalui keterangan tertulisnya yang diterima redakai porostimur.com, Senin (31/8/2020).

Bustar mengatakan, program tersebut mengajak jurnalis maupun publik yang memiliki minat menulis dan membuat video untuk bersama-sama aktif terlibat dalam menyuarakan isu lingkungan.

Baca Juga  Amerika Berusaha Pukul Mundur Pasukan Irak di Wilayah Barat

Untuk program pertama, Journalist Fellowship untuk jurnalis media massa (cetak/online/TV), jurnalis lepas, blogger maupun vlogger khususnya di Tanah Papua atau Kepulauan Maluku, terkait isu sumber daya alam di kedua daerah tersebut.

Link Banner

Mengusung tema ‘Tanah Papua dan Maluku: Benteng Terakhir Hutan Indonesia’, program ini ingin mengangkat cerita-cerita dari Papua dan Maluku ke publik.

Program kedua adalah Journalist Fellowsea untuk membuat liputan terkait isu laut di Indonesia seperti sampah plastik, kehidupan masyarakat pesisir, biota laut, dan sebagainya. Adapun tema Fellowsea adalah ‘Laut Masa Depan Bangsa’.

Isu terkait sumber daya alam yang dapat diangkat dalam Journalist Fellowship antara lain pengelolaan hutan, masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, ancaman yang dihadapi, dan juga perubahan iklim.

Sedangkan isu laut Indonesia yang dapat diangkat dalam Journalist Fellowsea adalah isu sampah plastik, ekosistem pesisir dan laut, peran pemuda dalam menjaga kelestarian laut, maupun kebijakan tata kelola pembangunan.

Baca Juga  Kunang-kunang di Ambang Kepunahan

“Harapannya dengan semakin banyaknya tulisan atau video terkait isu sumber daya alam Papua dan Kepulauan Maluku, juga Laut Indonesia dapat menyadarkan dan mengajak publik secara luas untuk merawat dan menjaga hutan dan laut di Indonesia,” tandas Bustar.

Adapun pendaftaran keikutsertaan program Journalist Fellowship dan Journalist Fellowsea sudah dimulai pada Senin (21/8/2020) dan akan ditutup pada Jumat (4/9/2020) mendatang. “Informasi lebih lanjut terkait program ini dapat mengunjungi situs resmi Yayasan EcoNusa,” pungkas Bustar Maitar. (red/bsc)