Edukatif, 7 Lagu Ini Akan Memberimu Pelajaran Filsafat

oleh -32 views
Link Banner

“Manusia dikutuk untuk bebas; karena begitu dilemparkan ke dunia, dia bertanggung jawab atas semua yang dia lakukan.” – Jean-Paul Sartre

Porostimur.com | Ambon: Filsafat selalu menjadi bidang yang menarik untuk dibahas. Meski begitu, masih banyak yang menganggap kalau belajar filsafat itu sulit, apalagi kalau disuruh mencerna buku-bukunya. Namun, ada beberapa cara asyik untuk mempelajari filsafat. Salah satunya adalah dengan menggunakan media interaktif seperti musik.

Dalam hal ini, banyak musisi dan band yang memasukkan nilai-nilai filosofi ke dalam lagu-lagu mereka. Tentunya, selain enak didengarkan, lagu-lagu mereka juga sarat akan makna dan perenungan hidup. Penasaran apa saja lagunya? Mari simak daftarnya di bawah ini!

1. Pink Floyd – Time (1973) 

Pink Floyd adalah band progressive rock asal Inggris yang selalu memasukkan nuansa filosofis ke dalam lagu-lagunya. Salah satunya adalah Time, yang berpusat pada waktu.

Pentolan Pink Floyd, Roger Waters, membuat lagu ini saat dia menyadari kalau waktu berlalu dengan cepat, tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya sampai semuanya terlambat. Sama seperti kebanyakan lagu Pink Floyd, kalian harus mendengarkan Time dan lagu lain yang ada di dalam album Dark Side of the Moon secara berurutan.

“So you run and you run to catch up with the sun but it’s sinking
Racing around to come up behind you again
The sun is the same in a relative way but you’re older
Shorter of breath and one day closer to death.”

2. Sex Pistols – Anarchy in the U.K (1976) 

Anarki tidak sama seperti membuat kerusuhan. Anarki adalah tatanan masyarakat tanpa pemerintah atau hukum. Seperti yang diketahui, Sex Pistols sangat anti terhadap sistem pemerintahan Inggris. Namun, bukan berarti kalau lagu ini menganjurkan anarkisme.

“Saya selalu berpikir kalau anarki adalah permainan pikiran untuk kelas menengah,” ucap sang vokalis, John Lydon, kepada majalah Rolling Stone. Bagaimanapun, lagu ini menyebabkan kehebohan di Inggris pada saat perilisannya. Tentu saja, karena liriknya yang menggambarkan pemberontakan untuk menggapai kebebasan.

“I am an anarchist
Don’t know what I want
But I know how to get it.”

3. The Cure – Killing an Arab (1979)  

Dari judulnya saja, kalian pasti tahu referensi dari lagu ini. Sang vokalis, Robert Smith, mendapatkan inspirasi liriknya dari novel L’Étranger atau Orang Asing karya filsuf Prancis, Albert Camus. Alih-alih rasis, lagu ini justru menekankan esensi absurdisme di dalamnya.

“I’m the stranger
Killing an Arab.”

4. Nirvana – Smells Like Teen Spirit (1991) 

Sebagai salah satu band grunge di tahun 90-an, Nirvana terkenal lewat kemarahan mereka terhadap sistem dan kemapanan yang ada di sekitarnya. Musik mereka adalah gabungan dari tragedi dan komedi, di mana Smells Like Teen Spirit berhasil merangkum filosofi mereka dengan sempurna.

Baca Juga  5 Gaya Hijab Dengan Pashmina Tanpa Peniti atau Jarum Pentul!

Vokalis Nirvana, Kurt Cobain, sendiri berkata kalau dia menulis lagu ini karena merasa muak dengan sikap apatis generasinya. Sang bassist, Krist Novoselic, menambahkan kalau Cobain benar-benar membenci musik arus utama yang “menye-menye.” Menurutnya, yang dimaksud dengan Smells Like Teen Spirit adalah mentalitas gerombolan.

“Here we are now, entertain us
I feel stupid and contagious.”

5. Rage Against the Machine – Freedom (1992) 

Pandangan politik dari band asal California ini terdiri dari perlawanan terhadap norma-norma konservatif yang ada di sekelilingnya. Tema umum lagu ini menyinggung pemerintah Amerika, media, dan perusahaan yang dapat meyakinkan orang-orang kalau mereka memiliki “kebebasan,” tetapi secara diam-diam membutakan mereka ke dalam realitas palsu.

Baca Juga  Peduli Dampak Covid-19, Polairud Polda Maluku Salurkan Sembako Kepada Masyarakat

Dalam hal ini, Freedom menjadi simbol dari kerinduan akan kebebasan yang sejati.

“The environment exceeding on the level
Of our unconsciousness.”

6. Nine Inch Nails – Piggy (1994) 

Sama seperti kutipan Sartre yang ada di awal artikel, lagu ini menggambarkan kebebasan sebagai sebuah bentuk eksistensialisme tertinggi, selama berjalan seiringan dengan tanggung jawab. Dalam hal ini, kita harus menyadari kalau setiap tindakan yang kita lakukan memiliki konsekuensi. Pertama pada kita sendiri, kemudian pada orang lain.

“Nothing can stop me now ‘cause I don’t care anymore.”

7. Smashing Pumpkins – Bullet with Butterfly Wings (1995) 

Lagu ini adalah gambaran dari filosofi nihilisme. Sang vokalis, Billy Corgan, menulisnya sebagai gambaran tentang rasa sakit yang muncul karena menjadi bintang rock. Liriknya sangat dramatis, meski Corgan mengakui kalau ia menambahkan sedikit lelucon di dalamnya. Sangat nihilis, bukan?

“The world is a vampire, sent to drain
Secret destroyers, hold you up to the flames
And what do I get, for my pain?
Betrayed desires, and a piece of the game.”

Bagaimana, asyik kan belajar filsafat lewat lagu-lagu populer? Jadi, tertarik untuk mendengar semua lagu di atas?

Baca Juga  Manusia Tidak Dirancang untuk Bahagia, Jadi buat Apa Mengejar Kebahagiaan?

(red/IDNtimes)