Egianus Kogoya Panglima TPN-PB Nduga, Ternyata Masih ABG

oleh -66 views
Link Banner

@porostimur.com | Papua: Nama Egianus Kogoya belakangan kerap terdengar di media. Namanya lekat dengan aksi teror serangan pemberontak di Nduga, Papua.

Setiap kali terjadi konflik di di Nduga, selalu muncul nama Egianus Kogoya. Lantas, siapa sebenarnya Egianus Kogoya yang dianggap sebagai tokoh di balik konflik Nduga?

Pejabat TNI/Polri menyebut Egianus Kogoya sebagai pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Nduga.

Link Banner

Menurut Wakapendam XVII/Cendrawasih Letkol Infanteri Dax Sianturi, pasukan TNI masih kesulitan untuk memastikan keberadaan Egianus. Sebab, anggota KKB selalu bersembunyi dalam hutan.

Tak hanya itu, keberadaan Egianus Kogoya juga sulit dipastikan, karena mereka selalu berpindah tempat setiap melakukan aksi.

Namun, menurut Dax, dapat dipastikan bahwa setiap aksi penembakan di Nduga dilakukan oleh kelompok sparatis pimpinan Egianus Kogoya.

Menurut Dax, kelompok Egianus mengedepankan paham politik yang berlawanan dengan pemerintah. Kelompok Egianus menolak mengakui pemerintah RI.

Baca Juga  Sibuk kencan, barang peserta Pesparani digasak penipu

“Jadi Egianus Kogoya ini dalam catatan kita, adalah kelompok yang secara politik bertentangan dengan NKRI. Tak sedikit dari mereka memiliki catatan kriminal,” ujar Dax di Jayapura, Rabu (31/7/2019).

Masih Bocah

Hingga kini, identitas Egianus Kogoyabelum dapat dipastikan. Dax Sianturi pun mengaku tidak memegang data lengkap yang bersangkutan.

Namun, Victor Mambor, seorang jurnalis senior di Papua, mengaku sempat bertemu dengan Egianus Kogoya pada Januari 2019 di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.

Untuk bertemu dengan Egianus, ia menyebut ada pihak lain yang tidak bisa ia sebutkan membantu untuk membuatkan janji.

Pertemuan pun diatur pada tengah malam. Sebelum bertemu, Victor Mambor memperkirakan, saat itu ia harus berjalan kaki sekitar 2 jam sebelum tiba di lokasi Egianus.

“Jalan gelap, saya ikut arahan saja. Saya tidak tahu itu kami jalan ke arah mana, sampai tiba di perkampungan,” kata Victor

Baca Juga  Kepung Gedung Sate, Mahasiswa Papua Sebut Jokowi Bohong

Rupanya, Egianus sudah menunggu Victor di dalam sebuah honai (rumah adat suku pegunungan).

Pertemuan pun berlangsung hanya sebentar, sekitar 15 menit.

Victor menggambarkan sosok Egianus seperti remaja. Begitu pun anak buahnya yang dinilai masih tergolong muda.

“Usianya sekitar 17-18 tahun, yang ada di sekitar Egianus juga masih remaja, usia belasan tahun,” ucap Victor.

Dari informasi yang ia dapat, Victor menyebut ayah Egianus bernama Silas Kogoya yang juga merupakan salah satu tokoh OPM. Namun, kini ayahnya sudah meninggal.

Dari pembicaraan selama 15 menit, Victor menilai Egianus merupakan sosok terpelajar, berbeda dengan masyarakat lain yang ada di pegunungan.

Namun, Egianus yang mengetahui bahwa ia sedang berbicara dengan seorang Jurnalis meminta agar hasil pembicaraan mereka tidak diberitakan.

Baca Juga  Diduga Oknum Dokter RSUD Chasan Boesoirie Lalai atas Meninggalnya Pasien BPJS, Aliansi Indonesia Ancam Boikot Kantor RSUD
TPN-PB Wilayah Nduga

Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) AM Hendropriyono mengungkapkan soal Egianus dan kelompoknya sulit ditangkap. Padahal KKB tersebut hanya puluhan orang. 

“Memang betul, tidak lebih dari 50 orang (jumlah anggotanya). Tapi dia sudah menggunakan potensi diplomasi politik di luar negeri,” ucap Hendropriyono beberapa waktu lalu.

“Dia (Egianus) buka perwakilan di luar negeri seperti di Inggris, Belanda dan terutama pasifik selatan seperti negara Vanuatu, itu mereka tidak tahu dikiranya sejarahnya dia dijajah oleh Indonesia. Itu kan penyesatan. Bahwa Irian itu sejak 1962 sudah ditinggal oleh Belanda, sekarang setelah membangun (Irian) tidak masuk akal alasannya,” tuturnya.

Menurut Hendropriyono, Egianus sempalan dari Kelly Kwalik yang merupakan pemimpin separatis senior Organisasi Papua Merdeka. Egianus membuat kelompok sendiri sepeninggal Kelly. (red)