Ekonomi Indonesia harus tumbuh hingga 5,4%

oleh -42 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 ini, diharapkan bisa mencapai sebesar 5,4%.

Kelambatan pertumbuhan ekonomi ini, terjadi karena pengaruh pertumbuhan ekonomi secara global.

Dimana, semenjak tahun 2012 sudah terjadi krisis ekonomi dunia, dengan harga komoditas mengalami penurunan pada saat perdagangan dunia mengalami perlemahan.

Sebelum krisis dunia tahun 2008-2009, dia katakan, pertumbuhan perdagangan dunia itu selalu dua kali lipat di atas pertumbuhan ekonomi dunia.

Link Banner

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, di sela-sela kuliah umum di Universitas Pattimura Ambon, Rabu (7/3).

”Tahun lalu kita tumbuh 5,07%. Kalau dilihat dari gambaran ini, menunjukkan bahwa Indonesia sempat mengalami tekanan perlemahan pertumbuhan ekonomi, kalau dihitung dari mulai tahun 2012,” ujarnya.

Baca Juga  Gustu Sepakat Bentuk Tim Khusus Pengawasan Covid-19

Saat ini, akunya, pertumbuhan perdagangan dunia  hanya separuhnya pertumbuhan dunia.

Jika perdagangan dunia tumbuh sebesar 3,9%, berarti pertumbuhan dunia berada di bawah 2%.

”Dan itu artinya antar negara tidak bisa saling melakukan perdagangan sekuat seperti sebelumnya. Berarti kalau kita tidak bisa melakukan perdagangan, tidak bisa mengekspor. Tadi dikatakan di sini ada Blok Masela, produknya sebagian akan diekspor. Kalau dari sisi permintaan tidak ada, maka terjadi kelesuan di semua negara. Mereka yang menghasilkan komuditas, mereka yang menghasilkan barang-barang, menjadi tidak memiliki kemampuan untuk menggerakkan ekonominya,” jelasnya.

Berdasarkan kondisi itu, tegasnya, memberikan penjelasan mengapa Indonesia juga akan turut mengalami tekanan.

Dimana, harga minyak, minyak kelapa sawit, batu bara, gas juga mengalami penurunan.

Baca Juga  Seperti Kematian George Floyd, ini Deretan Kisah Rasis yang Diangkat Jadi Film

”Tahun 2016 terlihat merupakan tahun dimana kita mencapai tekanan. Dan sekarang mulai terjadi pemulihan di tahun 2017 dan diharapkan di tahun 2018 akan berlanjut,” pungkasnya. (keket)