Sungguh, hidup ini laksana embun di ujung daun: jernih, ringkih, dan sebentar. Namun bila ia jatuh dengan tulus, ia menyuburkan bumi, menumbuhkan hutan yang kelak menjadi teduh bagi generasi mendatang.
Hidup ini memang sebentar, namun kehidupan—lahir dari kasih, kerja jujur, dan luka yang diterima dengan lapang—dapat berakar dalam tanah zaman. Janganlah demi kenikmatan sesaat kita menebang pohon-pohon makna yang tumbuh dari akar nilai dan pengorbanan.
Sebab pada akhirnya, yang dicatat langit bukan panjang umur, melainkan dalamnya jejak yang kita tinggalkan—seperti daun yang gugur dengan tenang, namun menghidupi tanah yang abadi. (*)









