Empat Alasan Utama Memilih Zulfahri Abdullah Sebagai Bupati Kepulauan Sula

oleh -46 views
Link Banner

“Tak kenal makanya tak sayang, tak sayang makanya tak cinta”. Pepatah lama itu masih relevan dengan kondisi saat ini. Hal itu berlaku dalam memilih suami atau istri, lebih-lebih memilih pemimpin yang akan memimpin kita kelak. Agar kita tidak menyesal. Keliru memilih, tunggu kehancuran. Tepat memilih, tunggu perubahan.


Berawal dari tahu, lalu kenal. Kalau sudah tahu dan kenal, cinta pun datang.

Didorong oleh keinginan dan cinta kepada Kabupaten Kepuluan Sula, berikut empat alasan utama mengapa kita layak memilih Zulfahri Abdullah sebagai Bupati Kepulauan Sula.

Alasan-alasan ini tentu terukur, rasional, sesuai fakta yang menjadi kebutuhan daerah, sungguh layak dipertimbangkan.

Link Banner
  1. KESALEHAN PRIBADI DAN KESALEHAN SOSIAL

Zulfahri Abdullah dikenal dekat dengan Ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, KAHMI, majelis taklim dan jama’ah pengajian. Kesederhanaan, peduli warga kurang mampu, pekerja keras dan bersahaja adalah akhlak mendasar yang melekat pada Zulfahri Abdullah

Zulfahri yang sempat menjadi Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara ini senantiasa energik dan humoris. Mantan Wakil Bupati Kepulauan Sula ini adalah sosok muda yang mobilitas geraknya penuh semangat. Sebagai orang yang lahir dari rahim desa yang terbiasa kerja keras, segalanya dimulai dari nol dalam menapaki tangga-tangga kesuksesan, tentu Zulfahri sudah matang dan teruji.
Artinya, Zulfahri bukan sekadar ibadah ritual, tapi juga ibadah sosial yang aktif dalam solidaritas kemanusiaan, pemberdayaan kaum muda, terdepan membantu mereka yang kesulitan dalam situasi bencana, penyakit dan kondisi krisis. Selaku publik figur, Zulfahri mengamalkan nilai-nilai Islam dalam setiap tugas dan kewajiban serta amanah yang diemban sehingga mendapat apresiasi dan penghargaan berkat prestasi, dedikasi dan pengabdiannya.

Baca Juga  Pemkot Ambon-AMO gelar workshop music dan ekonomi kreatif

2. LAHIR DARI RAHIM RAKYAT
Garis kerakyatan Zulfahri ikut mempengaruhi gaya kepemimpinan yang menempatkan pemimpin itu dekat dengan rakyatnya. Itulah gaya pamong yang cocok dengan prinsip-prinsip demokrasi dan musyawarah. Esensi dari kepemimpinan pamong adalah mengemong, mengasuh, dan membimbing masyarakat. Berbeda dengan kepemimpinan pangreh praja yang cenderung memerintah dan membawahi bak raja yang bercorak feodalisme, tidak sesuai pula di era demokrasi dan peradaban modern.
Gaya kepemimpinan pamong Zulfahri terbiasa dengan konsistensi dan ketelitian. Sebagai politisi Islam, segala permasalahan harus rinci dan detail, dengan solusi yang menyeluruh. Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik, maka Zulfahri adalah figur yang tepat. Sehingga manajemen kepemimpinan yang menjunjung tinggi asas Transparansi, Akuntabilitas, Efektifitas dan efisiensi dalam setiap kebijakan publik terlaksana berdasarkan kompetensi, komitmen dan konsistensi seorang politisi kawakan yang matang.

3. JARINGAN NASIONAL YANG LUAS
Zulfahri sangat paham bagaimana membangun komunikasi organisasi dan berinteraksi dengan segenap pemangku kepentingan (stake holders), serta komponen masyarakat dari jarak terdekat. Dengan luasnya jaringan Zulfahri di tingkat elite daerah dan nasional, modal itu sangat bermanfaat untuk membangun Kabupaten Kepulauan Sula.

Baca Juga  Soal Pemindahan Ibukota, JK Bilang DPR dan Pemerintah yang Akan Putuskan

4. INTEGRITAS YANG TERUJI
Berkomitmen dan berdedikasi adalah prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh seorang pelayan publik. Secara moral, tidak ada celah yang bisa mengganggu citra dan ketokohan Zulfahri, bahkan nyaris tanpa cacat. Dengan kata lain, Zulfahri adalah figur yang bersih yang berakar pada moralitas keagamaan. Kepuluan Sula butuh pemimpin yang memiliki reputasi yang bersih dan bebas dari dakwaan yang melanggar hukum. Minimal, tidak ada gosip miring yang menimpa sang tokoh. Kalau seorang pejabat publik menjadi bahan gunjingan dan pembicaraan yang berbau rumor, maka patut diragukan integritasnya.
Apalagi di tengah gencarnya gerakan pemberantasan korupsi saat ini, seseorang yang diterpa isu tentang KKN dan kronisme akan sangat kecil peluangnya untuk membawa Kab. Kepuluan Sula ke arah kemajuan, malahan mundur. Dalam hal komitmen penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi serta penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, Zulfahri telah teruji dan terbukti penuh dedikasi tinggi dalam pelayanan publik.
Kejujuran, kecerdasan, keikhlasan dan ketegasan adalah paket hebat yang harus dimiliki sang pemimpin.

Baca Juga  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Perbatasan Ponorogo-Wonogiri

Mari bergerak bersama Zulfahri Abdullah untuk membangun Kabupaten Kepulauan Sula yang mandiri, berkarakter, berakhlak, dan berkeadilan yang sejahtera. (ist)