Empat Penyelenggara Pemilu di Kepuluan Sula Dilaporkan ke DKPP

oleh -45 views
Link Banner

Porostimur.com| Ternate: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara telah menindaklajuti laporan dugaan pelanggaran etik ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Hukum (Kabag Hukum) Bawaslu Provinsi Maluku Utara selaku staf Tim Pemeriksa Daerah (TPD) DKPP, Irwanto Djurumudi SH dihubungi mengakui adanya laporan terkait dugaan pelanggaran etik, dengan pengadu atas nama Darmin Pagnifat.

Dikatakan empat penyelenggara yang dilaporkan diantaranya, Ketua KPU kabupaten Kepuluan, Sula Yuni Yunengsi Ayuba, Ketua Bawaslu Kepulauan Sula, Iwan Duwila, ketua Panwascam Sulabesi Tengah dan Ketua Panwascam Sulabesi Barat.

Menurutnya, dugaan palanggaran kode etik untuk ketua Bawaslu Sula sebagaimana laporan pengadu yakni, meloloskan Riski Rasid dalam seleksi calon anggota Panwas Kecamatan Sanana Utara, padahal yang bersangkutan masih tercatat sebagai wakil ketua PAN di tingkat kecamatan Sanana Utara.

Link Banner

Ketua Bawaslu Sula juga sebagaimana pengaduan pengadu dianggap tidak professional dalam menangani laporan dugaaan pelanggaran serta mengeluarkan keputusan kode etik penyelanggara (Panwascam) yang tidak sesuai dengan norma peraturan DKPP nomor 4 tahun 2017 tentang kode etik penyelanggara pemilu.

Baca Juga  Ayah Bejat di Morotai Cabuli Anak Tiri Selama Dua Tahun. Dua Adiknya Juga Ikutan

“Jadi maksud pengadu, Ketua Bawaslu Sula dalam keputusan kode etik terhadap anggota Panwascam Sanana Utara kenapa hanya bentuk teguran saja, harusnya langsung diberhentikan karena sudah menyangkut dengan interigritas peneyelenggara,”sebut Irwanto, Kamis (30/7/2020).

Selain itu dugaan pelanggaran Ketua KPU Sula yang diadukan, turut serta dalam kelolosan anggota Panwascam dengan mengeluarkan pernyataaan dalam proses klarifikasi.

“Ketua KPU Sula dalam aduan pengadu, menyampaikan klarifikasi kalau sistim informasi parpol (SIPOL) di KPU tidak ada pengurus parpol yang berada di tingkat kecamatan,” kata Irwanto.

Semetara untuk Ketua Panwascam Sulabesi Tengah dimana yang bersangkutan sampai menjadi penyelenggaran masih tercatat sebagai pengurus organisasi masyarakat (Ormas) sebagai Ketua Cabang Pengurus Muhammadiyah Kepulauan Sula.

Baca Juga  Gempa M 7,7 Guncang Maluku Barat Daya

Dalam ketentuan sejak terpilih sebagai penyelenggara pemilu harus mengundurkan diri dari organisasi kemasyarakatan sebagaimana dalam petunjuk teknis (juknis) rekrutmen penyelenggaran pengawas adhock yang diperkuat dengan pakta integritas.

“Bentuk dugaaan pelanggaran yang dilakukan ketua Panwascam Sulabesi Barat memberikan komentar pada akun Facebook dengan mendukung salah satu bakal paslon di kabupaten Kepsul,”kata Irwanto Djurumudi.

Terkait dengan laporan yang disampaikan tersebut, Irwan Djurumudi mengatakan, Bawaslu secara institusi  telah menindaklanjuti laporan pengaduan dari Pengadu Damrin Pagnifat ke DKPP RI di Jakarta.

Selanjutnya kata Irwanto Djurumudi, berdasarkan tata cara penanganan pelaporan di DKPP dimana 14 setelah menerima laporan baru dijadwalkan proses selanjutnya termasuk keputusan status pelaporan.

Baca Juga  Babinsa di Koramil Tual intensif terlibat dengan warga

“Nanti 14 DKPP menyampaikan ke Bawaslu Provinsi Maluku Utara apakah laporan tersebut dapat ditindaklanjuti atau tidak,” katanya. (red)