Empat Puisi Josephina Janwarin

oleh -228 views
Link Banner

Biarkan Beta Cerita

Senja menyapa di bibir pantai
Kuterjemahkan tubuhku dalam sinarnya
Lalu kami bercerita.
Tentang Evav tercinta
Yang gelisah, kulum duka
Tapi pesonanya selalu sebar cinta
Kendati hati serasa binasa!

Evav adalah peluh,
Orang tatua untuk anak cucu
Peluh terbungkus doa, untuk katong yang hanya berkoar

Ale deng beta, Ya’a en O’ e
Mari beta bicara
Tentang Arut yang rasa pedih tak dibiarkan berteduh di rumahnya
Tentang Kayu der yang terkoyak-koyak bahkan sebelum terlahir!
Tentang pasir putih seputih salju diperkosa oleh sampah-sampah jalang di bibir pantai!
Lalu, haruskah kita pukul dada dan bangga????????

Beta Evav, ale Evav
Ayo !!Katong menyalak dengan suara keras
bak anjing yang tak berhenti melafaskan kidung-kidung kebanggaan
Membumi hanguskan telinga-telinga kesimerlapan
Tak usah perduli siapa mereka!!

Link Banner

Beta Beta Evav, ale Evav

Beta laut yang teduh nan bisu
Beta ombak yang memecah pantai
Beta nyanyian pilu tak berujung
Beta semilir angin yang meninabobokan ale dengan lagu Renangee

Mari…tolong peluk beta
Mari…tolong peluk Evav dan cintai
Bawa dia ke teluk kasih
Tak perlu jadi kekasih
Asal katong bisa berbagi

Ini beta pung cerita
Tentang Evav yang katong cinta
Mungkin tak sempurna tapi penuh asa

Baca Juga  de Gea Dapat Ban Kapten karena Ramos Salah Orang

Di putih tulang katong bersumpah
Di merah darah katong cerita
Tentang Evav tercinta
Bahkan jika dia pung bayang menyentuh tanah
Katong tongka sekuat tenaga agar tak jatuh
Lalu doa, semoga bersama terbitnya mentari,
Evav selalu lestari.

Terima kasih wahai senja…
Telah sendengkan telingamu
Dengar beta punya cerita
Pergilah, lalu sampaikan pada rembulan
Pada bintang,pada awan kelam!
Ajaklah mereka bicara walaupun nantinya dibungkam!!!

Evav, 5 Maret 2021

======

Sang Penjanji

Saat suara kemenangan kau kumandangkan
Janji-janjimu terdengar di setiap gema kota ini
Saat kejantananmu kau banggakan
Tiap detik ada lafasan kehebatanmu!
Tapi tahukah kau?????
Di sudut kota ini!
Lalat nyamuk hanya tertawa
Memandang langkah kecil dengan senyum hampa menangis kelaparan
Tahukah kau?
Dia pemujamu yang dulu beteriak mengusung namamu
Kembali Memikul semua isi di tanah tanpa alas kaki,bertelanjang dada tanpa tujuan
Tahukah kau?
Jiwa- jiwa memberontak dalam miskin papanya
Lagu-lagu derita memekak telinga disenandungkan bersama sumpah serapah
Hai Kau sang penjanji
Dimanakah engkau?
Bukankah kau berjani perut mereka kan terisi?
Bukankah kau berjanji mereka tak akan kedinginan di tengah malam berbadai?
Bukankah kau berjanji tangis mereka kau gantikan tawa?
Tapi apa??? kau hanya berjanji!!!!
Berjanji dan tak berbukti!
Mereka yang mengusung namamu
Mereka yang megahkan namamu di setiap sudut kota ini
Mereka menunggu bukti bukannya janji!!!

Baca Juga  Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Seram dan Buru

Langgur, 16 Mei 2017

========

Aku

Aku
Bak api dalam sekam
Mencoba membakar tapi terkurung oleh ruang dan waktu
Aku ibarat angin yang berhembus
Jika terlalu kuat hembusanku
Aku disalahkan
Lalu siapakah mereka…
Harimaukah???
Macankah???
Yang siap memangsa hati,
Yang siap merobek nurani!
Mereka ular
Dalam belukar
Tak bernalar
Mereka rakus
Serupa tikus
Membusuk
Ingin rasanya kutusuk
Tikus berdasi
Berlagak makan nasi
Tak berempati
Cepatlah kau mati!!!
Tikus penjilat
Pandainya lidah bersilat
Agar kemunafikan tak terlihat
Malu mereka telanjang bulat
Aku orang yang berteriak
Mengusung nama mereka
Membawa nama saudara
Tetapi lihatlah, aku disalahkan!

Evav, 5 Maret 2021

=======

Senja

Senja yang kucintai
Kutunggu dalam diam
Senja yang kurindukan
Kudoakan dalam kelam
Senja yang indah
Yang membuai pandang mataku
Senja yang hampir kelam, coba kupandang walaupun kusam
Senja yang berkhianat coba kurengkuh namun langit tak mampu kugapai
Senjaku pedih
Senjaku luka
Senjaku sepi
Senjaku senjamu
Aku coba lemparkan asaku, membuai bersama malam
Namun malam terlalu kelam tuk kutatap
Kucoba juga menatap pagi
Tapi pagi hanya beri senyum, lalu siang???
Siang menyakiti
Ingatku berkelana tentangmu senjaku
Harapanku akan ku lihat lagi senjaku
Aku berlari mencoba merengkuhmu lagi
Namun kau cepat berlalu
Aku berdiri
Mematung,menatap,dan mendoakanmu senjaku Bahagialah kau di kaki langit bersama asaku yang mulai meluruh!!!

Baca Juga  Andi Arief Ungkap, BPIP Bahaya Terbesar dari RUU HIP

Manado 24 Maret 2005

=====