Empat Puisi Muhammad Diadi

oleh -157 views
Link Banner

Sarau Merah

Ada langkah kaki seorang lelaki
Yang hatinya sekuat salawaku
Menari melewati tifa dan tide
Suba menghidupkan budaya

Kulihat dia membaca mantra
Tatapannya menyimpan bangga
Ia menari dengan hati seorang ayah
Kau itu lelaki bukan salu-salu

Teruslah menari lelaki Mamuya
Kuatkan ikatan sarau merahmu
Kuatkan ikatan salempan pinggangmu
Salawaku dan parang harus di ayungkan

Jika cinta membuatmu lupa
Maka kau tak pantas disebut lelaki
Terus berkarya dan belajar
Karena cakalele dan kau itu satu.

Mamuya, 20 Desember 2020

=======

Manyele Cinta

Ah! Nona kita pe cinta
Model ombak bapicah di akemalako
Atau panas model jububu mamuya
Kalo tara percaya coba nona rasa

Jang nona kira kita laki-laki
Yang hanya babungkus deng kain sapangal
Kita pe pundak deng tangan ponom luka
Hanya karna kalapa deng nilon baku talingkar

Kalo kita babisi di nona itu badengar
Jangan sampe pangayung pata
Semang parahu talapas iko arus
Kita balego iko lempar itu hati

Baca Juga  Fauji Umakaapa: Masalah Palang Jalan di Desa Wai Ina Hanya Salah Paham

Jang manuntut rupa-rupa
Tuturuga deng meleu masih batolor
Persetan deng mahar mahal-mahal
Kalo nona masih robe baju kabaya

Kita kaseh buju deng salube
Nona balempar muka
Kita kaseh buju deng tide-tide
Nona babanting hati
Jang kita iko manyele deng bunga jara

Eh! Nona mari badekat
Kita carita kisah cinta
Di tanjung-tanjung mamuya
Biar nona pe konde deng hati
Jang sama deng parahu kole-kole.

Mamuya | 26 Desember 2020

========

Gadis Canga

Gadis canga
di antara tepi danau dan dusun Mamuya
kau bacakan kabata pada senja itu
lalu pelaut Galela mengajakmu berlayar
kau bacakan mantra pada semang perahu

Gadis canga
sudah kau lalui samudra yang ganas
sudah kau lalui hidup menjadi pelaut
lalu mengapa masih kau diam setenang laut
bukankah kau lahir dari rahim gadis Topowa

Baca Juga  60 Detik Terakhir Sriwijaya Air SJ 182, Sebelum Jatuh ke Laut dari Ketinggian 3.000 Meter

Gadis canga
ikat kondemu warnai tanganmu dan kakimu
pakailah kebayamu baluti pinggangmu dengan kain bercorak penyu dan bunga
biar kau tahu kau terlahir dari gadis Babola

Gadis canga
nyanyikanlah lagu lelehurmu di atas laut
kau sudah bersumpah pada laut dan air danau serta kau kalungkan mantra pada layar perahu agar menjadi cinta dan kasih

Gadis canga
ajarkan pada gadis-gadis Galela
apa makna saloi mereka
apa makna kebaya mereka
apa makna konde mereka.

Ternate | 6 Juni 2019

========

D I P A K S A

Pagi tadi kulihat orang-orang
Sedang bersilat lidah di dapur-dapur
Janji dan sumpah berserahkan di jalan
Kampung macam apa ini

Anak-anak hidungnya ditarik
Oleh ayah dan ibu mereka
Jika tak mengikuti maka kalian
Akan di hukum sebagai anak kurang ajar

Makanan dimasak dengan makian
Minuman dibuat dengan kutukan
Lalu dimakan dan diminum oleh
Mereka yang berpura-pura baik

Baca Juga  Tak Hanya Mirip, Kembar Tiga Ini Pilih Jadi Atlet Binaraga

Ayah dan ibu berdiri digerbang hitam
Lalu berkata padaku dengan nada sendu
“Nak kau harus coblos si dia karena kita akan sejahtera”.
Aku hanya diam!

Lalu di gerbang hitam paling pojok
Nenek dan adik berdiri sambil tersenyum
Mereka berkata padaku dengan nada kasihan
“Kaka, cucu coblos nomor ini beliau orang baik”
Aku pun terdiam tanpa kata!

Aku dipaksa oleh sastra kasih sayang
Hanya untuk memilih pemimpin
Yang wajahnya merah dan kemaluannya kuning
Agar mereka puas bersetubuh diatas kursi mereka

Aku mencaci ayah, ibu, adik dan nenek dengan diam
Lalu pergi di antara setapak-setapak nurani
Dan beristrahat di pantai ketenangan
Semoga kita baik-baik saja selepas ini.

Mamuya, 09 Desember 2020.