Enam Puisi Nuriman Bayan

oleh -31 views
Link Banner

Halmahera

Ke tanjung yang sama kita lepas mata kail
pulang kita bawa ikan yang berbeda

ke kebun yang sama kita tanam parang dan cangkul
pulang kita bawa buah yang berbeda

Halmahera selalu kaya bagi kita yang rajin.

2021.

=====

Yang Mengapung

Perahu demi perahu yang buihnya mengapung di depan, bagai kiloti di antara tanjung dan teluk, aku mungkin salah satu yang paling tabah menghadang arus, meski hujan dan angin tak henti-henti mendera. Sebab aku telah berjanji kepada kandunganmu, kepada anak kita, kua kabur yang harum di belanga setiap pagi, ikannya berasal dari senar dan mata kailku sendiri.

2021.

=======

Baca Juga  Empat Puisi Wirol Haurissa

Laut Dan Kami

Laut tidak hanya biru di mata kami
tapi juga di dalam tubuh kami
ketika kami melaut, lalu angin, arus, dan ombak
berdatangan, kami tidak takut. Sebab jika kami hanyut
atau tenggelam, kami hanya mati di dalam hati kami sendiri
itu salah satu alasannya, mengapa kami ingin laut kami tetap biru.

2021.

======

Selain Suara Ngaji

Su yang kita nyanyikan dengan panjang dan merdu adalah lagu tidur paling dekap untuk anak kita yang ingin lelap. Setiap kita menyanyikannya kita selalu mendengar suara mama dan suara papa bergetar, dan kita seperti di ayunan, seperti di pangkuan mama yang duduk di atas koi dan difan buatan papa. Semerdu-merdunya kita menyanyikannya, kita hanya mengulangi nyanyian lama yang mama dan papa pernah nyanyikan untuk kita.

Baca Juga  Patroli Harkamtibmas, Brimob Dobo Sambangi Pangkalan Ojek.

2021.

======

Seperti Perahu Papa Lewati Bisoa

Hari-hari cemas itu telah kita lewati, seperti perahu papa lewati Bisoa di hari-hari Desember. Kini kita hanya menunggu hari-hari itu ranum dan kita kembali ke tanah ibu. Kita akan meninggalkan Tarakani dan Bisoa akan memeluk kita. Engkau akan kutinggalkan di rumah dan aku akan kembali ke kebun, ke lautan. Agar pisang dan ikan itu dapat kita selamkan ke dalam kua kabur, untuk anak kita yang ingin kita besarkan dengan asi, dengan kasih.

2021.

======

JIKA KITA HARUS MENENGOK

Jika kita harus menengok riwayat pertemuan kita. Ada jarak yang biru dan hijau di sana. Ada rindu yang lebih putih dari buih-buih lautan. Ada cinta yang berbicara dalam cemas-cemas bahagia. Ada janji yang ingin mengandung dan melahirkan. Ada Halmahera yang kita lipat dan kita satukan diam-diam. Ada Tarakani yang dengan teguh menjadi saksi.

Baca Juga  Mengeluh Lagi, Ketua ProDEM: Pak Jokowi, Mundurlah

2021.

======

No More Posts Available.

No more pages to load.