Porostimur.com, New York – Presiden Turki, Tayyip Erdogan pada Kamis (21/9/2023) mengaku tidak nyaman dengan penggunaan dekor warna-warni di PBB yang digambarkan sebagai ‘warna LGBT’. Markas PBB dihiasi dengan sejumlah warna cerah yang bertujuan untuk mempromosikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Erdogan mengatakan, dia ingin mendiskusikan penggunaan warna-warna cerah itu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Pemerintah Turki telah melarang keras LGBTQ.
“Salah satu masalah yang paling mengganggu saya adalah ketika memasuki Majelis Umum PBB, Anda melihat warna LGBT di tangga dan tempat lain,” kata Erdogan seperti dikutip oleh stasiun televisi Haberturk.
“Berapa banyak LGBT yang ada di dunia saat ini? Betapapun besarnya hak yang mereka miliki dalam langkah-langkah ini, mereka yang menentang LGBT juga mempunyai hak yang sama,” kata Erdogan, yang sering mencap anggota komunitas LGBTQ sebagai kelompok sesat.
Beberapa diplomat PBB berpendapat, Erdogan mungkin salah mengartikan 17 warna berbeda yang diasosiasikan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan warna pelangi yang diasosiasikan dengan hak-hak LGBTQ. PBB mendekorasi markas besar mereka dengan 17 warna untuk mempromosikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dekorasi warna ini menghiasi sejumlah ruang di markas PBB, termasuk tangga.