Erdogan: Swedia tidak Bisa Gabung NATO Jika Izinkan Pembakaran Alquran

oleh -65 views

“Kami berharap, keyakinan semua kelompok dihormati dan langkah tulus diambil dalam perang melawan Islamofobia,” kata Erdogan kepada penyiar TRT.

Pejabat pemerintah Swedia menekankan bahwa aksi demonstrasi dilindungi oleh kebebasan berbicara. Pada Selasa (31/1/2023), Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengecam para aktivis yang melakukan aksi demonstrasi. Dia menyebutnya sebagai “orang bodoh yang dimanfaatkan” kekuatan asing, yang ingin merugikan negara Skandinavia itu di tengah upaya untuk bergabung dengan NATO.

“Kami telah melihat bagaimana aktor asing, bahkan aktor negara, menggunakan manifestasi ini untuk mengobarkan situasi dengan cara yang secara langsung membahayakan keamanan Swedia,” kata Kristersson kepada wartawan di Stockholm, tanpa menyebut nama negara mana pun.

Baca Juga  Jemaah Haji Kloter 27 Asal Maluku Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin

Swedia dan Finlandia mengajukan diri untuk bergabung dengan NATO setelah invasi Rusia ke Ukraina. Semua anggota NATO kecuali Turkiye dan Hongaria telah meratifikasi aksesi mereka. Namun, diperlukan suara bulat agar kedua negara Nordik itu dapat bergabung dengan NATO. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Swedia, Tobias Billström mengatakan kepada kantor berita Swedia TT, negaranya mematuhi kesepakatan yang dicapai oleh Turkiye, Swedia, dan Finlandia tahun lalu. Dia menambahkan, agama bukan bagian dari kesepakatan.