Eric Clapton Rilis Lagu Anti-Lockdown

oleh -18 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gitaris Eric Clapton dan penyanyi-penulis lagu Van Morrison berkolaborasi merilis lagu anti-lockdown (pembatasan wilayah) berjudul “Stand and Deliver.”

Ditulis Morrison dan dibawakan Clapton, lagu blues berdurasi 4,5 menit itu mengungkapkan tentang ketidakpuasan dengan kebijakan karantina wilayah di Inggris karena pandemi Covid-19.

“Apakah Anda ingin menjadi orang bebas / Atau Anda ingin menjadi patuh? / Apakah Anda ingin terus terbelenggu / Sampai Anda terbaring di kuburan?” demikian lirik yang dinyanyikan Clapton.

“Magna Carta, Bill of Rights / Konstitusi, apa nilainya? / Anda tahu mereka akan menghancurkan kita, ah / Sampai benar-benar menyakitkan / Apakah ini negara yang berdaulat / Atau, hanya negara polisi? / Lebih baik kau berhati-hati, orang / Sebelum terlambat.”

Lagu tersebut diakhiri dengan nyanyian Clapton tentang Dick Turpin, yang mengacu pada perampok abad ke-18 yang mengenakan masker untuk menyembunyikan identitas saat melakukan kejahatan.

Baca Juga  SBY Ungkap Kesunyian 1 Jam di Kapal Selam: Bisa Dibayangkan jika Berbulan-bulan

Dilasir Variety pada Sabtu (19/12), lagu “Stand and Deliver” mendukung kampanye Morrison Save Live Music. Baru-baru ini, Morrison merilis tiga lagu lain yang memprotes karantina wilayah di Inggris, berjudul “Born to Be Free,” “As I Walked Out”, dan “No More Lockdown.

Jejak anti-karantina wilayah Morrison telah menjadi sasaran kritik, termasuk dari Menteri Kesehatan Irlandia Utara Robin Swann.

“Ini sebenarnya merusak reputasi pada semua orang yang terlibat dalam respons kesehatan masyarakat terhadap virus yang telah merenggut nyawa dalam skala besar,” kata Swann kepada Rolling Stone pada September lalu.

Menurut Swann, lirik dalam lagu-lagu itu sangat menghibur para ahli teori konspirasi, yang menentang penggunaan masker, vaksin, dan berpikir kondisi ini adalah plot global untuk menghapus kebebasan. Sementara itu, hasil pendapatan dari lagu “Stand and Deliver” akan disumbangkan ke Morrison’s Lockdown Financial Hardship Fund, yang membantu musisi menghadapi kesulitan akibat virus corona dan tindakan karantina wilayah.

Baca Juga  Gelar Rakercab, PDIP Target Menang Pilkada dan Pemilu 2024

Kedua musisi itu menyatakan keprihatinannya atas keadaan musik live, bahkan setelah pandemi selesai. Menurut Clapton, orang-orang di industri tak perlu memikirkan alternatifnya, karena musik live tidak akan pernah pulih.

“Kami harus bangkit dan diakui karena kami perlu menemukan jalan keluar dari kekacauan ini,” ujar Clapton dalam sebuah pernyataan. (red/rep)