Erlangga Tugasi Elang Benahi Golkar Malut

oleh -213 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Edi Langkara (Elang) memastikan dirinya maju bertarung merebut kursi Ketua DPD Golkar Maluku Utara dalam musyawarah daerah (Musda) X. Elang menyatakan sudah didukung pemilik suara dari DPD kabupaten kota dan ormas.

“Dukungan pemilik suara dari DPD Golkar kabupaten/kota terdiri dari ormas, atap partai dan DPP Golkar. Alhamdulillah sudah 10 yang memiliki suara dari total 16 suara. Ya kita lihat nanti perkembangan selanjutnya,” kata Elang melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2020).

Elang mengatakan ada arahan dari Ketua Umum Golkar Airlangga Hartato agar ada perubahan di partai berlambang pohon beringin itu. Airlangga disebut Elang, berharap ada kemajuan Golkar Maluku Utara pada 2024 mendatang.

Baca Juga  Kodam XVI/Pattimura alami mutasi pada 5 jabatan

“Yang pasti, Saya diminta oleh Ketum Golkar memperbaiki keadaan Partai Golkar Maluku Utara. Bagi saya, ini instruksi yang harus saya amankan, karena sebagai bukti loyalitas tunggal Saya pada Ketum Golkar,” ujarnya.

Elang minta kepada kaders Golkar untuk mengamankan arahan dari Ketum Golkar tersebut.

Ia berharap enam suara itu bisa memahami dan bersatu kembali untuk membenahi partai dalam menghadapi pilkada kabupaten/kota di Maluku Utara dalam Pilkada serentak Tahun 2020.

Enam suara itu adalah empat DPD Golkar kabupaten dan dua suara dari provinsi yakni dewan pertimbangan dan ketua demisioner.

“Saya ditugasi menaikkan kursi DPRD di sejumlah daerah yang mengalami penurunan suaranya, bahkan lima ketua DPRD dari Golkar saya harus bejuang untuk mengembalikan kedepan, serta ditugasi menagkan kader Golkar yang bertarung di pilkada 2020,” imbuhnya.

Baca Juga  Nunik Dan Musa Diduga Gelontorkan Miliaran ke Muhaimin Iskandar

Lima ketua DPRD yang hilang disebut Elang, antara lain; Kabupaten Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, Tidore Kepulauan, Pulau Morotai, dan provinsi.

Selain itu Kabupaten Pulau Taliabu dari tujuh kursi DPRD turun menjadi lima kursi dan Halmahera Utara tersisa tiga kursi padahal kepala daearahnya adalah Ketua DPD Partai Golkar setempat.

“Ada sesuatu yang salah disini, yakni soal manejemen partai yang secara absolut terjadi sentralime pada individu yang bertindak seolah-olah pemilik warisan tanpa melihat kenyataan lingkungan dimana leadership tidak profesional. Disamping itu saya diperintahkan menyatukan kembali potensi kaders Golkar yang saat ini terpecah, dan di hadapan Ketum saya menyatakan siap lahir batin menyatukan. Saya sadar betul bahwa di dunia politik ini tidak ada kekuatan tunggal, yang ada adalah menyatukan semua potensi untuk menjadi kekuatan bersama,” pungkasnya. (red)