Eropa Diprediksi Terkena Gelombang Panas Pekan Depan

oleh -14 views
Link Banner

@porostimur.com | Jakarta: Gelombang panas yang berbahaya dilaporkan bakal mampir ke Eropa pada pekan depan. Menurut perkiraan, suhu udara di Benua Biru akan mencapai 38 derajat pada Rabu dan Kamis pekan depan.

Link Banner

Seperti dilansir CNN, Minggu (23/6), gelombang panas itu diduga diakibatkan oleh badai yang terhenti di Samudra Atlantik dan tekanan udara tinggi yang terjadi di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Menurut situs prakiraan cuaca, Accuweather, kondisi itu menyebabkan udara panas di Benua Afrika akan mengalir ke kawasan Eropa.

Menurut Accuweather, Spanyol akan menjadi daerah pertama yang diterjang gelombang panas sepanjang akhir pekan depan. Setelah itu gelombang panas akan menyebar ke Prancis, Jerman, Belgia, Republik Ceko, Swiss, dan Italia.

Baca Juga  Danlantamal IX Beri Kuliah Umum untuk Siswa Poltek Kelautan dan Perikanan Maluku

Menurut situs prakiraan cuaca Accuweather, kondisi ini diprediksi akan bertahan di Eropa hingga awal Juli 2019. Sedangkan menurut Badan Meteorologi Perancis, Meteo France, gelombang panas akan dimulai pada Minggu, (23/6), dengan suhu berkisar 35 sampai 40 derajat celsius.

“Meskipun singkat, gelombang panas ini dapat menjadi luar biasa, dengan melihat bagaimana ia datang serta intensitasnya,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan Perancis menyarankan agar ruang publik yang sejuk, seperti taman dan kebun tetap terbuka bagi orang miskin dan tuna wisma. Sedangkan orang tua dan penyandang disabilitas disarankan mendaftar untuk menerima bantuan.

Badan Meteorologi Jerman, Deutscher Wetterdienst, juga memperingatkan gelombang panas kemungkinan akan mulai terasa pada Senin (24/6). Kemudian, suhu panas akan mencapai puncak pada Rabu atau Kamis pekan depan.

Baca Juga  Besok, pengumuman kelulusan UNBK SMAS Kristen YPKPM Ambon

Untuk diketahui, gelombang panas pernah menghampiri Eropa pada 2018. Saat itu, gelombang panas mengakibatkan banyak korban di Spanyol dan Portugal. Kekeringan juga melanda  Jerman dan Swedia akibat peristiwa tersebut. (red)