Erryl Prima Putera Agoes Jadi Kajati Malut, Andi Herman, Direktur Tata Usaha Negara Kejagung

oleh -488 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin melakukan promosi dan mutasi besar-besaran jabatan eselon II dan III di lingkungan Korps Adyaksa di tengah pandemi Covid-19. Namun sayangnya, promosi dan mutasi tersebut tidak sesuai dengan janjinya untuk melakukan lelang jabatan pada saat awal menjabat sebagai orang nomor satu di Kejaksaan Agung.

Sebanyak 37 orang di lingkungan Kejaksaan, nantinya akan menduduki jabatan baru sebagai Kajati, Inspektur dan Wakajati. Adapun SK Eselon II tersebut dikeluarkan melalui Keputusan Jaksa Agung No 83 tahun 2020 tertanggal 4 Mei 2020 yg ditandatangani oleh Jaksa Agung.

Sementara untuk jabatan eselon III, pengangkatan dalam Jabatan Struktural di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia terhadap 174 yang meliputi jabatan Koordinator, Kepala Bagian Tata Usaha di Kejaksaan Tinggi, Asisten, Kepala Sub Direktorat, Inspektur Muda atau Kepala Bagian dan Kepala Bidang Di Kejagung dan Kepala Kejaksaan Negeri. Hal ini berdasarkan SK Jaksa Agung Nomor: Kep-IV-307/c/05:2020 tanggal 4 Mei yang ditandatangani Jaksa Agung Muda Pembinaan.

Padahal, pada awal masa jabatannya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menjanjikan akan melelang jabatan Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia. Namun, kini dia malah merotasi secara besar-besaran jabatan di lingkungan Korps Adyaksa.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menyatakan, setiap alih tugas, mutasi, dan promosi yang ditandai dengan diselenggarakannya prosesi dan acara pelantikan, penyumpahan, dan serah terima seperti sekarang ini, hendaknya tidak sekadar dipandang sebagai sebuah rutinitas dan kegiatan seremonial belaka. Namun, hal itu merupakan tugas yang membawa konsekuensi tanggung jawab untuk diemban dan dilaksanakan dengan baik, amanah, kerja keras, penuh kesungguhan, dan keikhlasan.

“Sebuah jabatan, kewenangan, dan kedudukan apapun dan dimanapun, hendaknya diniatkan sebagai kesempatan baik dan terhormat, guna menjadikannya sebagai ladang pengabdian untuk melakukan sesuatu yang terbaik. Agar penegakkan hukum yang kita upayakan selalu yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Hari dalam keterangannya, Selasa (5/5).

Hari pun menegaskan, pengangkatan serta mutasi jabatan di lingkungan Kejaksaan Agung merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kehidupan dan eksistensi organisasi. Menurutnya, hal ini di dasarkan setelah melalui proses panjang dengan pertimbangan matang, terukur, dan objektif.

“Sebagai prasyarat utama yang harus dimiliki dan dipenuhi oleh seorang Insan Adhyaksa agar dinilai patut, layak dan tepat untuk dipercaya menduduki posisi dan kapasitas sebagai bagian dari unsur pimpinan dan pembantu pimpinan,” ujar Hari.

Oleh karena itu, Hari menegaskan mutasi dan rotasi jabatan di linkungan Kejaksaan dilakukan tidak lain untuk meningkatkan kinerja.

“Terutama dalam menghadapi dan mengatasi berbagai problematika, agar dapat diselesaikan dengan tepat, cepat, efektif dan efisien, guna mewujudkan institusi Kejaksaan yang dapat diandalkan, tepercaya, dan berwibawa,” pungkasnya.

Baca Juga  Tahun 2017, media refleksi hadapi tahun 2018

Untuk diketahui, Jaksa Agung ST Burhanuddin pada awal masa jabatannya pernah berjanji untuk melelang jabatan di Korps Adhyaksa. Bahkan, yang menjadi pilot project dengan melelang jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri di wilayah hukum DKI Jakarta.

“Kita akan lelang jabatan untuk posisi kepala kejaksaan tinggi dan kepala kejaksaan negeri se-DKI Jakarta sebagai pilot project, tapi ini untuk yang memiliki latar belakang Jaksa saja,” kata ST Burhanuddin, saat Konferensi Pers Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung RI 2019, Selasa (3/12/2019) lalu.

Salah satu pejabat baru yang diangkat, yaitu Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara tertuang dalam putusan Jaksa Agung Nomor Surat 83 Tahun 2020.

Erryl Prima Putera Agoes, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Semarang diangkat menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara menggantikan Andi Herman, yang dimutasi menjadi Direktur Tata Usaha Negara Negara Kejagung di Jakarta.

“Benar dilakukan pengangkatan Kajati Maluku Utara oleh Jaksa Agung,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono di Jakarta. (red/rtm/bs)

Kajagung foto bersama Kajati Malut yang baru

Berikut 37 pejabat baru tersebut:

1. M Roskanedi, Dirktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada Jaksa Agung Muda Bidang lntelijen Kejagung di Jakarta menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda lntlijen Kejagung di Jakarta kelas jabatan I5.

2. Idianto, Kepala Kejaksaan Tinggi Bah di Denpasar menjadi Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada Jaksa Agung Muda Bidang lntelijen Kejagung di Jakarta kelas jabatan 15.

3. Erbagtyo Rohan, Direktur Ekonomi dan Keuangan pada Jaksa Agung Muda Bidang lntelijen Kejagung di Jakarta menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Bali di Denpasar Kelas jabatan 15.

4. Ely Shahputra, Direktur Tindak Pidana terhadap Keamanan Negara Ketertiban Umum dan Tindak Pidan Umum Lainnya Pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung di Jakarta menjadi Direktur Ekonomi dan Keuangan pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung di Jakarta kelas jabatan 15.

5. Didik Istiyanta, Kepala Biro Perlengkapan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung di Jakarta menjadi Direktur Tindak Pidana Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lainnya pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung di Jakarta kelas jabatan 15.

6. Ade Tajudin Sutiawarman, Kepala Biro Umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung di Jakarta menjadi Kepala Biro Perlengkapan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung di Jakarta kelas jabatan 15.

7. Heri Jerman, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat di Padang menjadi Kepala Biro Umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung di Jakarta kelas jabatan 15.

Baca Juga  Dukung Ketahanan Pangan, Polres Buru Gelar Panen Bersama

8. Yusron, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung di Jakarta menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat di Padang kelas jabatan 14.

9. Patris Yusrian Jaya, Asisten Bidang lntelijen pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Bandung menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung di Jakarta kelas jabatan 14.

10. Chaerul Amir, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda menjadi Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung di Jakarta kelas jabatan 15.

11. Deden Riki Hayatul Firman, Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung di Jakarta menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda kelas jabatan 15.

12. Andi Herman, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara di Sofifi menjadi Direktur Tata Usaha Negara Negara Kejagung di Jakarta kelas jabatan 15.

13. Erryl Prima Putera Agoes, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Semarang menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara di Sofifi kelas jabatan 15.

14. Albina Dita Prawitaningsih, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara di Manado menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Semarang kelas jabatan 14.

15. Raimel Jesaja, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung di Jakarta menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara di Manado kelas jabatan 14.

16. Akmal Abbas, Asisten Bidang Pembinaan pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung di Jakarta kelas jabatan 14.

17. Masyhudi, Kepala Kejaksaan Tinggi Yogyakarta di Yogyakarta menjadi lnspektur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung di Jakarta kelas jabatan 15.

18. Sumardi, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Yogyakarta di Yogyakarta kelas jabatan 15.

19. Jacob Hendrik Patiipeilohy, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten di Serang menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan kelas jabatan 14.

20. Ricardo Sitinjak, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tmdak Pidana Umum Kejagung di Jakarta menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi kelas jabatan 14.

21. Edyward Kaban, Asisten Bidang Tmdak Ptdana Umum pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Keiagung di Jakarta.

22. Irdam, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh di Banda Aceh menjadi Direktur Tindak Pidana pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung di Jakarta.

23. Muhammad Yusuf, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh di Banda Aceh menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh di Banda Aceh kelas jabatan 15.

Baca Juga  14 Casis SIPSS Polda Maluku Ikut Tes Psikologi

24. Hermanto, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung di Jakarta menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh di Banda Aceh Kelas jabatan 14.

25. Hendro Dewanto, Asisten Bidang Pengawasan pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta di Jakarta menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung di Jakarta Kelas jabatan 14.

26. Pathor Rahman, Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur di Kupang menjadi Direktur Perdata pada Jaksa Agung Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung di Jakarta kelas jabatan 15.

27. Yulianto, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Baral di Mamuju menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur di Kupang kelas jabatan 15.

28. Agustin, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung di Jakarta menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat di Mamuju kelas jabatan 14.

29. Rudi Margono, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung di Jakarta menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung di Jakarta kelas jabatan 14.

30. Bambang Gunawan, Asisten Bidang lntelijen pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Surabaya menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung di Jakarta kelas jabatan 14.

31. Andi Muhammad Taufik, Kepala Biro Perencanaan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung di Jakarta menjadi Kepala Kejaksaan Bengkulu di Bengkulu kelas jabatan 15.

32. Reda Manthovani, Asisten Umum Jaksa Agung Republik Indonesia di Jakarta menjadi Kepala Biro Perencanaan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung di Jakarta kelas jabatan 15.

33. Kuntadi, Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Surabaya menjadi Asisten Umum Jaksa Agung Republik Indonesia di Jakarta kelas jabatan 14.

34. Iman Wijaya, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur di Kupang menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau di Tanjung Pinang kelas jabatan 14.

35. Freddy Runtu, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung di Jakarta menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur di Kupang kelas jabatan 14.

36. Hutama Wisnu, Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Bandung menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Republik Indonesia di Jakarta klas jabatan 14.

37. Ponco Hartanto,Asisten Bidang Intelijen pada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Semarang menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung di Jakarta kelas jabatan 14.