Etika Komunikasi Politik Gubernur Maluku

oleh -28 views

Menghormati hak-hak komunikasi politik rakyat ini merupakan bagian yang terpenting dari etika komunikasi politik (Haryatmoko, 2007). Apa efek yang timbul akibat lemahnya etika komunikasi publik Murad Ismail?

Pertama, stigma buruk terhadap orang Maluku. Mantan Danko Brimob ini seharusnya lebih bijak dalam menempatkan posisinya sebagai seorang Gubernur yang adalah cerminan dari identitas dan entitas rakyat di daerahnya. Tindakan bodoh ini sangat merugikan orang Maluku sendiri dalam usaha-usaha memberantas stereotip terhadap orang timur dan diskriminasi ras dalam memandang watak orang Maluku yang notabennya kasar dan kerap dekat dengan narasi-narasi premanisme. Karena etika komunikasi politik juga meneropong tatanan politik terkait tempat dan waktu ketika komunikasi politik itu dilaksanakan (Tascano 2005).

Baca Juga  5 Zodiak yang Paling Butuh Waktu Lama untuk Move On dari Mantan

Kedua, melangengkan diskriminasi gender terhadap perempuan. Lebih menyedihkan lagi ketika peristiwa tidak terpuji ini terjadi sehari menjelang peringatan hari Ibu baik secara nasional maupun global. Murad justru mengapreisasi kaum perempuan dengan tanpa hormat memaki kelamin kaum Ibu, ungkapan emosional ini sangat syarat jumawa, tidak berprikemanusiaan juga melecehkan harkat dan martabat kaum perempuan terutama ibu serta mempertontonkan potret partriarki dalam watak seorang gubernur di era abad ke-21 yang tidak sesuai dengan peradaban zaman dan sangat arogan.