Euro 2020 Laga Perdana Grup A Turki Vs Italia, Roberto Mancini Diprediksi Mainkan Skema Menyerang

oleh -44 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pertandingan babak penyisihan grup Euro 2020 bakal dimulai pada Sabtu (12/6/2021) akhir pekan ini.

Laga pembuka di grup A Euro 2020 akan mempertemukan Turki vs Italia.

Pertandingan antara Turki Vs Italia bakal digelar di Stadion Olimpico, Roma, Sabtu (12/6/2021) pukul 02.00WIB.

Roberto Mancini selaku pelatih Gli Azzurri diprediksi menurunkan skema 4-3-3.

Ciri khas menggunakan tiga Attacante menjadi paten permainan Timnas Italia sejak diambil alih oleh Roberto Mancini.

Nama Chiellini maupun Leonardo Bonucci berpeluang besar untuk memulai laga sebagai starter.

Sedangkan tugas keduanya bakal dibantu Florenzi maupun Spinazzola di sektor fullback

Nama Manuel Locatelli, Nicolo Braella dan Jorginho diprediksi kuat memulai laga sebagai starter untuk pos gelandang tengah.

Kondisi ini tak terlepas dari cedera yang dialami oleh Marco Verratti yang hingga kini tak kunjung pulih.

Sektor penyerangan Gli Azzurri bisa diemban oleh Federico Chiesa, Federico Bernardeschi dan Ciro Immobile

Nama yang tepat untuk menyukseskan skema tersebut ialah Lorenzo Insigne.

Sedangkan dari Timnas Turki, nama seperti Burak Yilmaz, Cengis Under hingga Hakan Calhanoglu berpotensi untuk jadi tumpuan utama tim.

Baca Juga  Prediksi Pertandingan 'Big Match' Euro: Portugal-Jerman

Formasi menyerang

Seperti dilansir dari Kompas.com, formasi 4-3-3 merupakan salah satu formasi cukup awam digunakan pada setiap strategi sepak bola kebanyakan.

Formasi 4-3-3 dalam sepak bola merupakan perkembangan dari formasi 4-2-4 ala Brasil dan 3-4-3 ala Belanda.

Formasi ini terbilang sangat ofensif di sepakbola era modern, dengan hadirkan tiga pemain di lini depan.

Strategi 4-3-3 berarti empat pemain belakang (bek), tiga pemain tengah (gelandang), dan tiga penyerang.

Dalam formasi 4-3-3, dua bek di samping sisi lapangan (bek sayap) punya peran tambahan untuk maju ke depan sehingga menjadi lebih krusial dalam bergerak ofensif atau menyerang.

Para pemain di posisi ini akan sering bergerak ke ke depan dan ke belakang lapangan.

Selain itu, dua bek sayap juga dapat membantu melindungi posisi tengah yang diisi oleh center back seusai kebutuhan.

Sementara di sektor tengah, dua dari tiga gelandang memiliki tugas lebih dalam membangun serangan.

Satu lainnya bertanggung jawab untuk fokus di lini pertahanan.

Baca Juga  Tanpa Juarai Euro 2020, Prancis Hanya Jadi Tim PlayStation

Adapun, di lini depan terdapat dua gaya dalam penerapannya, yakni dengan menurunkan sepenuhnya ujung tombak atau menugaskan dua di antaranya sebagai winger.

Pilihan kedua lebih kerap diterapkan untuk hadirkan keseimbangan lebih dalam permainan.

Donnarumma bakal bertemu mimpi buruknya

Sementara itu satu di antara sorotan bakal tertuju kiper yang memutuskan hengkang dari AC Milan, Gianluigi Donnarumma.

Posisi kiper Timnas Italia jelas menjadi kepemilikan mutlak kiper 22 tahun tersebut. 

Apesnya, ia berpotensi untuk kembali bertemu dengan mimpi buruknya ketika masih berseragam Rossoneri.

Tepat sekali, Timnas Turki diperkuat oleh pemain Lille, Yusuf Yazici.

Pemain yang berposisi gelandang ini pernah menjadi mimpi buruk bagi Donnarumma bersama AC Milan.

Jala gawang Gianluigi Dinnarumma pernah dikoyak sebanyak tiga kali oleh Yusuf Yazici.

Momen menyakitkan ini terjadi paga matchday ketiga Grup H Liga Eropa.

Tersaji di Stadion San Siro, Lille sukses membabat habis AC Milan dengan skor 3-0, Kamis (5/11/2020).

Baca Juga  Dua Minggu Gangguan Jaringan Internet, Pengusaha Warkop di Kepsul Rugi Jutaan Rupiah

Lalu, siapa sosok yang tega membuat Rossoneri menangis di kandang mereka sendiri? Jawabannya adalah Yusuf Yazici.

Nama itu mungkin terdengar sedikit asing karena dia “hanya” bermain di Ligue 1, yang sering dicap “Liga Petani”.

Namun kemampuan dan kualitasnya kala mencetak tiga gol seketika membuat namanya menjadi mimpi buruk AC Milan, khususnya Gianluigi Donnarumma.

Ia tak pernah membayangkan sama sekali bahwa Rossoneri yang kala itu memiliki rekor kemenangan 24 laga, harus terhenti oleh Lille berkat penampilan menawan Yusu Yazici.

Pertemuan Donnarumma vs Yazici berpotensi kembali terjadi di laga pembuka Italia vs Turki nanti.

Prediksi Line-up Turki vs Italia

Turki:

Ugurcan Cakır (GK); Zeki Celik, Merih Demiral, Caglar Soyuncu, Umut Meras; Okay Yokuslu; Kenan Karaman, Yusuf Yazici, Ozan Tufan, Hakan Calhanoglu; Burak Yılmaz

Italia:

Gianluigi Donnarumma (GK); Alessandro Florenzi, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Leonardo Spinazzola; Nicolo Barella, Jorginho, Manuel Locatelli; Federico Chiesa, Bernardeschi, Ciro Immobile.

(red/tribunnews.com/giri)

No More Posts Available.

No more pages to load.