Fakta-fakta Misterius Mayat Wanita Telanjang di Klaten

oleh -124 views
Link Banner

Porostimur.com, Klaten – Sesosok mayat wanita misterius yang ditemukan dalam kondisi telanjang ditemukan di Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, siang hari tadi. Meski masih banyak yang jadi misteri, ini dia sejumlah fakta yang terungkap sejauh ini.


Lokasi penemuan mayat

Mayat wanita tersebut ditemukan di area persawahan di tepi Sungai Jabang Bayi, Klaten, Jumat (25/3/2022) pada sekitar pukul 11.00 WIB. Tepatnya berada di Dusun Kepoh, Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu.

Sementara itu, lokasi mayat juga tak jauh dari jembatan Jalan Jogja-Solo. Dari jembatan tersebut, mayat korban berjarak hanya 20 meter di sisi timur.

Telanjang dada hanya mengenakan celana

Kapolsek Delanggu AKP Sutiman Hadi mengatakan mayat hanya mengenakan celana berwarna gelap.

“Perempuan, bajunya sudah lama tapi karena kena hujan. Jadinya sudah tidak berbaju, hanya pakai celana. Detailnya nanti kita menunggu dokter forensik dan tim identifikasi Polres Klaten,” ujar Sutiman kepada detikJateng di lokasi, siang tadi.

Baca Juga  Kapolda Bahas Situasi Kamtibmas Dalam Program Dudu Bacarita Kamtibmas

Ciri-ciri fisik mayat

Sutiman mengungkap ciri-ciri mayat wanita tersebut salah satunya berumur sekitar 30-40 tahun. Selain itu, tinggi badan korban sekitar 155-160 sentimeter.

Mayat tersebut, jelas Sutiman, diperkirakan sudah meninggal 2-3 hari lalu. Untuk penyelidikan lebih lanjut, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Jogja.

Ada luka lebam pada mayat

Sutiman juga mengungkap ada luka pada mayat. Namun lebam itu disebutnya sebagai lebam mayat.

Menurut Sutiman, penyelidikan sementara tidak ada tanda kekerasan. Luka tersebut diduga terjadi seusai korban meninggal.

Polisi kesulitan identifikasi mayat

Polisi kesulitan mengidentifikasi mayat karena kondisinya yang sudah mengalami pembengkakan sehingga sulut untuk proses pengambilan sidik jarinya.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana menjelaskan meski terkendala, pihaknya terus berupaya maksimal melacak identitas korban. Untuk itu, mayat dikirim ke RS Bhayangkara di Semarang setelah rencananya sebelumnya akan dibawa ke RS Bhayangkara Jogja. (red/dtc)