Fakta Sejarah Pela Gandong “Perahu Batu” di Desa Sangliat Dol dan Seira Pada Tahun 1800

oleh -58 views

Porostimur.com, Saumlaki – Pemerintah Desa Sangliat Dol dan Welutu, Rumsalut menggelar kegiatan Panas Pela Gandong di alun-alun Desa Sangliat Dol untuk menghidupkan kembali persaudaraan kakak- adik kandung yang telah terpisah sejak Abad Ke-18.

Bukti sejarah perahu batu sebagai tanda “Pela Gandong” antara Sangliat Dol dan Welutu, Rumsalut sejak tahun 1800 an yang dibangun oleh Para Leluhur Sangliat Dol di Desa Rumsalut pada abad ke 18 itu tidak dijaga dengan baik akhirnya bukti sejarah Pela Gandong itu tidak ada dan kini baru disatukan kembali.

Fakta sejarah dari Tahun 1800 an pada abad ke 18 yang dibawa oleh para leluhur dari Sangliat dol terdiri dari 4 soa yaitu; Soa Ditinyoe Masriat, Buksalwembun, Sorlury, dan Aryesam bersepakat untuk mengunjungi saudara – saudaranya di Seira Blawat.

“Ketika leluhur sampai disana mereka kemudian membangun satu perahu Batu di kampung Rumsalut. Disitulah terjadi kesepakatan, melalui musyawara dengan membawa satu Gong Titirawotar untuk Tnabar di Seira,” ujar Kepala Desa Sangliat Dol Cornelis Sorlury, kepada wartawan di alun-alun desa pada Jumat, (3/12/2023).

Ketika Tnabar di Seira selesai, mereka sepakat untuk membangun satu buah Perahu Batu yang sama dengan Sangliat Dol namun terjadi musibah di kampung Sangliat Dol maka saudara – saudara dari empat soa itu pun kembali ke kampung halaman dengan menggunakan perahu Ulaus dan Manikfulun.

“Maka pada tahun 2023 ini, dari Seira Blawat khususnya Kades Rumsalut yang diwakili oleh Supriadi Umnehopa dan Kades Welutu Kibener Iyarmasa, mereka datang untuk melakukan musyawara di Desa sangliat Dol pada tanggal 1 Desember 2023 untuk membangun kembali, menghidupkan kembali saudara – saudara gandong dan Pela itu seperti apa, ”ungkapnya.

Sorlury menjelaskan, kalau istilah Pela maka, pakaian atau busana adat Tanimbar dengan kain tenun dari kampung Sangliat Dol dan Seira harus dibuka dengan syarat menerima dengan tanda atau istilah di Tanimbar itu Kormpau Kulit yaitu kain tenun sebagai tanda untuk memberikan kehormatan besar kepada yang mengantar, dan membawanya.

Kibener Iyarmasa selaku Kepala Desa Welutu menjelaskan, ketika kita keluar dari Seira, Desa Sangliat Dol sama sekali tidak terukir dalam benak kami. yang dapat terukir hanyala Desa Amdasa tetapi Tuhan dan leluhur tidak lalu membiarkan itu berlalu.

Baca Juga  Real Count KPU 44% Caleg DPRD Maluku Utara: Ini Jagoan dari Dapil 5, Sula-Taliabu

Pada akhirnya ketika kami ada dalam proses terakhir Adat terkait dengan Tnabar, kemudian kami bertanya-tanya di desa manakah kita membongkar pakaian-pakaian adat.
kemudian dengan kondisi itu tiba-tiba muncul dalam benak saya.

“Saya mencoba untuk berkoordinasi dengan kepala Desa Sangliat dol. Karena saya menyadari bahwa ketika kami dalam perjalanan ke Jakarta Kades Sangliat Dol selalu berkoordinasi dengan saya mungkin itu sudah jalan dan pada akhirnya saya selesai berkoordinasi, beliau respon dengan baik,” jelasnya.

“Saya berpikir bahwa ini adalah rencana Tuhan agar kita harus seperti ini maka sesungguhnya keinginan kita terwujud, dan saya merasa bahwa pada 18 abad sekian ternyata di hari ini baru dengan sendirinya muncul, itu artinya Tuhan dan leluhur tidak pernah membiarkan lalu pada akhirnya akan berlalu dan berakhir,” terangnya.

Pada akhirnya segala sesuatu terwujud di hari ini untuk itu kita harus selalu bersyukur. Dengan demikian maka apa yang di katakan tadi bahwa kita bukan menjadi dua lagi melainkan kita sudah menjadi satu sampai kapanpun bahwa Welutu, Rumsalut dengan Sangliat dol itu adalah satu, Adik Kakak Kandung dan tidak bisa dipisahkan oleh siapapun.

Baca Juga  Klasemen Liga Inggris Setelah Liverpool Libas Luton

“Maka di hari ini saya selaku Kepala Desa Welutu mengatasnamakan Desa Rumsalut menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Kepala Desa Sangliat Dol dan seluruh stakeholder yang ada di desa Sangliat Dol yang telah menerima kami dengan baik bahwa kita adalah adik dan kakak Kandung sampai selamanya,” pungkasnya.

Akhirnya, melalui forum adat yang disepakati oleh Para tetua adat antara Desa Welutu, Rumsalut dan Sangliat Dol itu sepakat untuk nantinya pada 2024 nanti, ada kunjungan balik oleh Pela dari Desa Sangliat Dol ke Seira untuk menghidupkan kembali hubungan Kakak dan Adik Kandung yang sudah terbangun pada 15 abad yang lalu. (Frets Besitimur)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.