Porostimur.com, Saumlaki – Pemerintah Desa Sangliat Dol dan Welutu, Rumsalut menggelar kegiatan Panas Pela Gandong di alun-alun Desa Sangliat Dol untuk menghidupkan kembali persaudaraan kakak- adik kandung yang telah terpisah sejak Abad Ke-18.
Bukti sejarah perahu batu sebagai tanda “Pela Gandong” antara Sangliat Dol dan Welutu, Rumsalut sejak tahun 1800 an yang dibangun oleh Para Leluhur Sangliat Dol di Desa Rumsalut pada abad ke 18 itu tidak dijaga dengan baik akhirnya bukti sejarah Pela Gandong itu tidak ada dan kini baru disatukan kembali.
Fakta sejarah dari Tahun 1800 an pada abad ke 18 yang dibawa oleh para leluhur dari Sangliat dol terdiri dari 4 soa yaitu; Soa Ditinyoe Masriat, Buksalwembun, Sorlury, dan Aryesam bersepakat untuk mengunjungi saudara – saudaranya di Seira Blawat.
“Ketika leluhur sampai disana mereka kemudian membangun satu perahu Batu di kampung Rumsalut. Disitulah terjadi kesepakatan, melalui musyawara dengan membawa satu Gong Titirawotar untuk Tnabar di Seira,” ujar Kepala Desa Sangliat Dol Cornelis Sorlury, kepada wartawan di alun-alun desa pada Jumat, (3/12/2023).
Ketika Tnabar di Seira selesai, mereka sepakat untuk membangun satu buah Perahu Batu yang sama dengan Sangliat Dol namun terjadi musibah di kampung Sangliat Dol maka saudara – saudara dari empat soa itu pun kembali ke kampung halaman dengan menggunakan perahu Ulaus dan Manikfulun.









