”Fear of the Dark”

oleh -28 views

Oleh: Rosdiansyah, Peneliti pada Centre for Citizenship and Statecraft Studies, Universitas Airlangga, Surabaya

Rezim dan para punakawannya di negeri ini sedang mengalami sindrom ”Fear of the Dark”. Sindrom takut kegelapan masa mendatang, takut nasibnya kelak, paranoid pada masa depan. Itulah nyctofobia, takut gelap, merasa ngeri di kegelapan.

Meski lirik tembang bertajuk ”Fear of the Dark” dari grup Haevy Metal asal Inggris, Iron Maiden, berkisah ihwal pengalaman seseorang dalam kegelapan. Namun, pengalaman itu juga bisa menimpa mereka yang telah berbuat salah serta terbebani rasa bersalah usai berkuasa. Takut ketahuan, khawatir terungkap, was-was tersingkap. Masa depan terasa gelap.

Seluruh lirik dendang beken Iron Maiden mirip narasi yang menggambarkan nasib tiran semau gue. Ketika berkuasa, ia berbuat apa saja tanpa khawatir dampak. Ia beri konsesi seluas-luasnya untuk kroni. Ia praktekkan politik dinasti terang-terangan. Mumpung sedang berkuasa, selagi berjaya, meraup segalanya. Ia katakan, aturan tak melarangnya.

Baca Juga  Laga Uji Coba AS Vs Brasil Tuntas Tanpa Pemenang

Ia begitu berkuasa. Tak penting mematuhi Trias Politika, sebab yang terpenting adalah menguasai seluruh jalur Trias Politika. Prinsip pembagian kuasa, itu bukan cuma untuk dipatuhi, tapi yang terpenting adalah menguasai. Rezim Orde Lama dan Orde Baru begitu paripurna melakukannya, dan kini pelan-pelan mulai diulang.

No More Posts Available.

No more pages to load.