Final Liga Champions 2005 Ajari Kaka Makna Sepakbola yang Sesungguhnya

oleh -155 views
Link Banner

Porostimur.com | Sao Paulo: Legenda sepakbola Brasil, Ricardo Kaka, mengungkap salah satu pertandingan terpenting yang pernah dilakoninya. Tanpa menutupi, Kaka mengakui bahwa laga final Liga Champions 2004-2005 melawan Liverpool merupakan salah satu pertandingan yang mengubah hidupnya.

Dalam laga tersebut, AC Milan yang dibela Kaka bisa dibilang memiliki deretan pemain terbaik dunia, utamanya di sektor pertahanan, seperti Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Jaap Stam, Cafu. Babak pertama pun berhasil dikuasai Milan.

Final Liga Champions 2004-2005

Sepasang gol Hernan Crespo dan satu lainnya dari Maldini membuat Milan unggul 3-0 di paruh pertama. Kendati demikian, pada babak kedua Liverpool mampu menyamakan kedudukan. Pada akhirnya, Milan kalah lewat drama adu penalti setelah tendangan Andriy Shevchenko dimentahkan Jerzy Dudek.

Baca Juga  Pertamina Edukasi Cerdik Melawan COVID-19 di Maluku Papua

Diakui oleh Kaka bahwa pada saat Milan sudah unggul 3-0, ia sangat yakin kalau timnya tersebut akan meraih kemenangan. Akan tetapi, takdir berkata lain. Dari situlah Kaka belajar makna sepakbola yang sesungguhnya. Menurutnya, dalam sepakbola tak ada yang namanya jaminan. Semua hal masih bisa berubah sebelum peluit panjang berbunyi.

“Final Liga Champions 2005 adalah pertandingan bersejarah dan menegangkan. Kami memiliki salah satu baris pertahanan terbaik dalam sejarah: Dida, Cafu, Stam, Nesta, dan Maldini. Jadi ketika Hernan Crespo mencetak gol dari umpan saya untuk menjadikannya 3-0, kami sudah yakin (menang),” aku Kaka, seperti dilansir dari Four Four Two, Kamis (23/4/2020).

“Saya masih tidak yakin apa yang terjadi ketika Liverpool mematok kami kembali dalam enam menit. Rasanya sangat buruk ketika Jerzy Dudek menyelamatkan penalti Andriy Shevchenko. Hari itu saya mendapat pelajaran berharga: sepakbola adalah permainan yang tidak bisa Anda terima begitu saja. Saya telah memenangkan banyak pertandingan dan gelar lainnya, meringankan rasa sakit dari kekalahan itu, tetapi itu masih merupakan pertandingan yang penting dalam hidup saya,” jelasnya.

Baca Juga  Istri Mantan Bupati Halmahera Selatan Meninggal Dunia

“Final Liga Champions 2005 adalah pertandingan bersejarah dan menegangkan. Kami memiliki salah satu baris pertahanan terbaik dalam sejarah: Dida, Cafu, Stam, Nesta, dan Maldini. Jadi ketika Hernan Crespo mencetak gol dari umpan saya untuk menjadikannya 3-0, kami sudah yakin (menang),” aku Kaka, seperti dilansir dari Four Four Two, Kamis (23/4/2020).

“Saya masih tidak yakin apa yang terjadi ketika Liverpool mematok kami kembali dalam enam menit. Rasanya sangat buruk ketika Jerzy Dudek menyelamatkan penalti Andriy Shevchenko. Hari itu saya mendapat pelajaran berharga: sepakbola adalah permainan yang tidak bisa Anda terima begitu saja. Saya telah memenangkan banyak pertandingan dan gelar lainnya, meringankan rasa sakit dari kekalahan itu, tetapi itu masih merupakan pertandingan yang penting dalam hidup saya,” jelasnya. (red/rtm/okezone)

Baca Juga  Mutasi Pejabat Polri, Risyapudin Nursin Jabat Kapolda Malut