Fommaray Cabang Ambon Desak Pemda Kepulauan Sula Secepatnya Laksanakan Pilkades

Porostimur.com | Ambon: Forum Mahasiswa Mangoli Raya (Fommaray) Cabang Ambon mendesak pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula untuk secepatnya melaksakan Pemilihan Kepala Desa.

Ketua Fommaray Abjul Soamole kepada porostimur.com mengatakan, Pilkades adalah bentuk pemilihan yang paling kecil dalam sebuah tatanan kepemerintahan dan dilaksakan secara langsung oleh warga desa setempat untuk memilih kepala desanya.

Dia menjelaskan, masa jabatan kepala desa menurut Pasal 39 UU Desa, ayat 1:Kepala desa memegang jabatan selama 6 (enam) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan.

Sedangkan ayat 2 menegaskan bahwa Kepala desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menjabat paling banyak (tiga) kali dalam masa jabatan secara berturut-turut atau tidak secara berturut.

“Sampai saat ini pemilihan kepala desa (PILKADES) di kabupaten Keb sula belum juga di laksakanakan ada apa sebenarnya. Padahal sudah sangat jelas di sebutkan dalam pasal 39 UU Desa diatas Bahwa” masa jabatan kepala desa hanyalah 6 (enam) tahun”, jelas Soamole.

Soamole menututkan, alasan Pemda Kabupaten Kepulauan Sula melalui kesbangpol Bapak Said Lossen yang dalam hal ini sebagai ketua KESBANGPOL Kabupaten Kep Sula mengatakan bahwa, Penundaan pilkades bukan berarti tidak bisa dilaksanakannya. Akan tetapi tetapi mewaspadai pemilihan kepala desa (pilkades) yang nanti bersamaan dengan pilkada serentak di 2020, adalah alasan yang tidak mendasar.

“Kalaupun demikian alasan pemda tentang penundaan pilkades di kabupaten kep sula yang disampaikan oleh ketua kesbangpol Bapak Said Lossen. Alasan diatas menurut kami sangat tidaklah rasional atau bisa dibilang tidak tepat untuk disampaikan,” tukasnya.

Lebih jauh Soamole mengatakan, pemilihan kepala desa (pilkades) juga dapat dikatakan sebagai pesta demokrasi, jika pilkades dapat laksakan dengan waktu sekarang, maka ajang politik ini bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk momentum pilkada di tahun 2020 ini dapat berjalan aman tentram sesuai dengan yang kita inginkan bersama.

“Dalam berpolitik kalah menang adalah hal biasa dan itu sudah lumrah, kita harus dewasa dalam politik, yang kalah harus bisa terima kekalahannya dan yang menag juga sebaliknya”, katanya.

“Kami Berharap kepada Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten kep sula lebih kususnya Ketua Komisi 1 Bapak Muhammat Natsir Sangadji agar kirangnya terus mengawal serta mendorong pemerintah daerah Kabupaten kep sula untuk segera di laksakannya pemilihan kepala desa (Pilkades) karna ini juga Bagian dari aspirasi masyarakat,” sambung Soamole. (ifo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: