FOSHAL Minta Pemerintah Cabut Izin PT. ANP di Pulau Fau

oleh -44 views

Porostimur.com, Ternate- Forum Studi Halmahera (FOSHAL) mendesak Pemerintah Halmahera Tengah dan Pemerintah Maluku Utara agar mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin tambang nikel milik PT Aneka Niaga Prima (ANP) di Pulau Fau.

“Pemerintah di tingkat kabupaten maupun provinsi harus menyampaikan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), perihal pencabutan konsesi tambang nikel PT. ANP yang bercokol di atas Pulau Fau,” tegas Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye FOSHAL Julfikar Sangaji, Kamis (20/6/2024).

Dia bilang, penambangan di atas pulau kecil yang ukuran pulaunya sangat mungil yang seluas 5,45 kilometer persegi atau sekitar 545 hektar ini, tentu sangat mempengaruhi kemampuan daya dukung lingkungan hidup.

Baca Juga  Tahun Naga Kayu: Bagaimana Peruntungan Shio Anda di Pertengahan Tahun 2024?

Daya dukung yang dimaksud, kata Julfikar, yaitu wilayah pesisir dan pulau kecil adalah untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Karena itu, apabila pulau mungil ini ditambang, maka ambles sudah daya dukung tersebut.

Tidak hanya itu, penambangan yang terjadi juga akan memicu bencana pesisir seperti, terancam hancurnya ekosistem mangrove dan tergerusnya wilayah tangkapan ikan tradisional warga Gebe.

Keberadaan Pulau Fau kata dia, telah dianggap warga Gebe sebagai perisai dari kampung yang ada di selatan Pulau Gebe, yakni Desa Kapalo, Desa Kacepi dan Desa Yam, pun pudar seiring dengan dimulai aktivitas tambang nikel.