FPII Kepulauan Sula Minta Polisi Selidiki Penggunaan Dana DD di Sejumlah Desa Terkait Covid-19

oleh -289 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Maraknya aksi unjuk rasa pada sejumlah desa di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Propinsi Maluku Utara (Malut) terkait anggaran Covid-19 yang dianggarkan malalui Dana Desa (DD) patut dipertanyakan. Pasalnya sejauh ini mulai marak aksi unjuk rasa oleh mahasiswa dari sejumlah desa yang mempertanyakan penggunaan Dana Covid-19 oleh pemerintah desa.

Desa Wai Ina, Kecamatan Sula Besi Barat adalah desa pertama yang mahasiswanya menggelar aksi unjuk rasa untuk pertanyakan pengelolaan Dana Covid, dua hari kemudian disusul Desa Wai Tamua dan Desa Fuata, Kecamatan Sulabesi Selatan serta Desa Pas Ipa, Mangole Bar at.

Tak berhenti di situ , Pada Senin (11/5/2020) aksi serupa dilakukan oleh mahasiswa Desa Fukweu, Kecamatan Sanana Utara.

Baca Juga  Serahkan DIPA/RKA-KL 2020, Kakanwil Kemenag Maluku Titip Pesan dan Permintaan Maaf

Mencermati maraknya aksi protes penangan Covid-19 pada sejumlah desa tersebut, Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Kepsul, Rais Umaternate menilai ada indikasi sejumlah kades yang salah menggunakan DD untuk penenganan virus corona. hal ini terlihat pada sejumlah desa yang hanya mendirikan tenda untuk dijadikan posko namun tidak terlihat adanya fasilitas pendukung.

Rais yang merupakan Kabiro Media Purna Polri ini meminta aparat Kepolisian untuk menyelidiki penggunaan Dana Covid di desa-desa karena ada indikasi penggelapan yang dilakukan oleh kades. (ifo)