Fraksi Bupolo DPRD Buru Lakukan Kunjungan Kerja ke Watempule

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Dua bulan menjabat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Buru melakukan kunjungan kerja ke Dusun Watempule, Kecamatan Lolongguba.

Agenda ini dipelopori oleh salah satu anggota dewan asal partai NasDem, Roby Nurlatu.

Roby ditemani tiga anggota fraksi, yakni Rifai Takimpo, Erwin Tanaya.

Fraksi yang diisi tiga orang anggota dewan baru ini merupakan langkah dasar memperhatikan kondisi masayarakat yang berada di lokasi lokasi terpencil, dengan melihat problem urgent yang dialami masyarakat.

Roby mengatakan pada wilayah ini menurutnya terdapat banyak kondisi miris yang justru memprihatinkan dan perlu adanya sentuhan perhatian dari banyak pihak termasuk anggota dewan sebagai penampung aspirasi rakyat.

Beberapa masalah darurat yang bahkan sedang dialami warga setempat saat ialah kekeringan. Warga setempat mengaku kesusahan mendapatkan air terutama saat musim kemarau seperti saat ini.

Baca Juga  Gustu Covid-19 Mulai Lakukan Random Rapid Test di Pasar Mardika

“Ini katong dapat kabar katanya warga di sini sudah beberapa waktu mulai kesulitan air. Jadi kita coba datang liat kondisi dan ternyata betul. Kadang mereka untuk bisa dapat air bersi,warga harus jalan sampe satu atau dua kilo jauhnya untuk ambil air dengan gen atau ember. Ada yang nae ka puncak atau malah turun ke lembah, ” bebernya.

Untuk menghadirkan solusi bagi warga setempat, Roby dan rekan fraksi juga membawa tenaga lapangan dari dinas pekerjaan umum kabupaten buru untuk meninjau lokasi sumber air.

Rencananya, PU akan melakukan pemasangan fasilitas saluran air bersih di sekitar lokasi yang diperuntukkan bagi warga sekitar.

“PU harus pro aktif memperhatikan fasilitas mana yang sedang dibutuhkan masyarakat. Karena itu kita turut bawa mereka supaya bisa memastikan solusi apa yang harus dilakukan dan menjadi jalan keluar bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Pemain Muda Real Madrid Ogah Disamakan Neymar

Selain air bersih. Kendala infrastruktur juga pendidikan menjadi masalah mendasar di lokasi terpencil seperti dusun watempuli. Robi mengharapkan. Adanya edukasi tentang tata cara penanganan oleh pemerintah setempat untuk bisa mengatasi fenomena kesenjangan yang terjadi baik saat ini ataupun nanti.

“Kalau bisa ada cara cara yang lebih ampuh lah yang di buat pemerintah untuk bisa lebih cekatan melihat dan menangani problem yang di hadapi masyarakat. Cara lama yang tidak efektif, ganti lah sama cara yang lebih efektif. Supaya semua baik,” tandas Roby. (ima)