FT Unibrah Sofifi Sukses Gelar Webinar, Jembatan Temadore Tak Sekadar Mimpi

oleh -64 views
Link Banner

Porostimur.com | Sofifi: Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah Maluku Utara, sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Series 2 dengan Tema “Prospek Pembungan Jembatan Ternate-Maitara-Tidore dan Pengembangan Pembangunan Kota Sofifi Pasca Pandemi Covid-19” Refleksi 21 Tahun Sofifi Sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku UtaraUtara, Sabtu, 12 September 2020.

Kegiatan webinar kali ini menghadirkan Pembicara Utama DR. Ir. Manggas Rudi Siahaan, M.Sc, Ir. Yudha Handita Pandjiriawan, MT dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Ir. Dody Kusmana, MT dari Universitas Sangga Buana-YPKP Bandung dan Yerrie Pasilia, ST dari Dinas PUPR Maluku Utara dan di pandu oleh DR. Ir. Husnullah Pangeran, MT sebagai moderator yang juga merupakan Warek 1 Universitas Bumi Hijrah dengan pranata cara Nita Syafariah, SE.,MM dan Adam Ibrahim, S.Pd.

Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Ir. H. Al Yasin Ali, MMT dalam sambutannya yang dibacakan oleh Rektor Universitas Bumi Hijrah Sarbaini A. Karim mengatakan “Mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan webinar ini, mimpi besar masyarakat Maluku utara khususnya Ternate-Maitara-Tidore bisa terkoneksi dengan dibangunya Jembatan Temadore, Maluku Utara memiliki karakteristik wilayah yang unik dengan kesulitan geografis sehingga tidak mudah dan memerlukan pembiayaan yang besar untuk membangun Maluku Utara, dilihat dari sejarahnya kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan memiliki kontribusi yang besar kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia maka sepatutnya mimpi Masyarakat Maluku Utara bisa terwujud dengan dibangunnya jembatan Temadore untuk pemerataan penduduk dan pembangunan, pertumbuhan ekonomi antar wilayah”

Baca Juga  HUT RI, Indorunners Ambon lari 7,3 Km bawa bendera

Dekan Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah Dede Sumarna, ST, MT selaku ketua panitia selepas kegiatan mengatakan “Alhamdulillah rencana Pembangunan Jembatan Temadore yang diwacanakan semenjak 2011, selama ini hanya dibahas pada forum terbatas dan tertutup pada kalangan tertentu, kali ini dibahas secara terbuka untuk umum dikupas dari aspek teknis, sosial, ekonomi dan pemanfaatan ruang sehingga menjadi Isu Nasional, selanjutnya diharapkan menjadi perhatian dan prioritas yang diutamakan oleh Pemerintah Pusat”.

Link Banner

Dede yang juga Kepala Seksi Perencanaan Dinas Perkim Maluku Utara menyampaikan, kegiatan webinar ini merupakan kegiatan Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah sebagai implementasi Tri Dharma Pendidikan Tinggi dan Entry Point bagi Stakeholder dalam hal ini Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota (red. Tidore Kepualauan dan Ternate) untuk lebih bersinergi, berkolaborasi menyamakan visi besar agar Maluku Utara memiliki jembatan bentang panjang yang menghubungkan Ternate-Maitara-Tidore tentunya untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Masyarakat terlebih ketika jembatan ini dibangun diharapkan Sumber daya manusia Maluku Utara sudah siap sehingga bisa terlibat dalam pembangunan jembatan Temadore”

Baca Juga  Polda Maluku Bantah Tinggalkan Sampah di Puncak Salahutu

Yerrie Pasilia, ST mengatakan bahwa “Sebagai Dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara adalah Review RTRW yang merupakan dokumen publik yang dalamnya sudah diakomodir Jembatan Temadore”

Dalam Closing Statement Ir. Yudha Handita Pandjiriawan,MBA., MT selaku direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kemen PUPR-RI mengatakan “Apa yang direncanakan banyak aspek yang menjadi pertimbangan mari kita support bersama sehingga mimpi bisa menjadi kenyataan selanjutnya Akademisi, praktisi di Maluku utara akan dilibatkan dalam pembahasan dan pembobotan rencana pembangunan jembatan temadore. dan ketika jembatan ini bangun tentunya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Maluku Utara secara maksimal dari segala aspek.

Dalam kesempatan yang sama DR. Ir. Manggas Rudy Siahaan, M.Sc selaku kepala Pusat Pengembangan Wilayah III Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kemen PUPR-RI mengatakn “Rantai Pasok industri lokal diharapkan ketika jembatan dibangun material lokalnya diambil dari Maluku Utara kecuali material dengan teknologi tinggi yang memang tidak bisa disediakan selanjutnya menyarankan dibentuknya tim percepatan perwujudan pembangunan kota baru sofifi dan jembatan Temadore dibawah komando Gubernur Maluku Utara tim percepatan ini yang malukkan komunikasi dan fasilitasi pemerintah daerah ke pusat. (red)