Gagahi Sepupu, Warga Kusu-Kusu Sereh Terancam 15 Tahun Penjara

oleh -145 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Nekat memperkosa sepupunya sendiri yang masih berusia di bawah umur, AM warga Dusun Kusu-Kusu Sereh, Desa Urimessing, kini terancam hukuman 15 tahun penjara.

Perbuatan bejat pelaku yang tidak dapat menahan syahwatnya itu terjadi pada 12 Oktober 2020 lalu.

Saat itu pelaku yang tengah dipengaruhi minuman keras mengahadang korban yang sementara berjalan menuju rumahnya, tidak jauh dari TKP.

Pelaku lantas mengajak korban untuk berpacaran dengannya.

Korban yang ketakutan pun berupaya menghindar, namun pelaku memaksa korban lalu menjatuhkan korban ke tanah dan kemudian memperkosanya.

Kapolresta Ambon, Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang menjelaskan, pelaku dan korban masih tergolong kerabat dekat, sebab keduanya merupakan saudara sepupu.

Baca Juga  Mencintai Alam Melalui Sebuah Bangunan Adat Suku Huaulu

“Saat itu pelaku dalam keadaan mabuk. Awalnya pelaku ajak korban pacaran, namun korban tidak mau. Kejadiannya malam hari dan kondisi TKP yang sepi, lihat ada kesempatan pelaku merangkul korban. Korban sempat mencoba kabur tapi ditarik lagi, disitu pelaku menjatuhkan korban ketanah dan langsung membuka pakaian korban dan meyetubuhi korban,” ungkap Simatupang dalam keterangan persnya di Mapolresta, Rabu (11/11/2020).

Perbuatan bejat pelaku terungkap setelah, pacar pelaku memeriksa HP pelaku dan menemukan foto korban dengan kondisi setengah telanjang. Pacar pelaku kemudian marah dan menanyakan foto tersebut ke pelaku, namun pelaku mengelak.

Selanjutnya pacar pelaku langsung menanyak foto tersebut ke korban yang akhirnya peristiwa tersebut terungkap dan tersebar sampai ke keluarga korban.

Baca Juga  Peringati 25 Tahun Pengabdian, AKABRI Angkatan 96 Gelar Bhakti Sosial

“Terungkapnya itu dari pacar pelaku yang menemukan foto korban dalam kondisi setengah telanjang di hp pelaku, selanjutnya permasalahnya terungkap dan sampai ke keluarga korban yang tidak terima kemudian melapor ke Polresta untuk ditindak lanjuti,” jelasnya.

Mendapat laporan, polisi kemudian bergerak dan mengamankan pelaku di kediamannya, pada Jumat (6/11).

“Saat ini pelaku sudah kita tetapkan sebagi tersangka dan mendekam di Rutan Polresta Ambon guna diproses lebih lanjut,” tandas Kapolresta.

Pelaku sendiri dijerat dengan pasal 81 Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (keket)